Sabtu, 28 Desember 2013

Resep Membuat Pancake Keju

Resep Membuat Pancake Keju

Bahan – bahan yang diperlukan saat membuat pancake keju :

  •          2 gelas tepung terigu
  •          2 sendok makan gula
  •          2 telur
  •          1 1/2 gelas susu
  •          1 sendok makan mentega yang sudah dilelehkan
  •          1 sendok ekstrak vanili
  • \    Parutan keju


Cara membuat pancake keju :

  1.  Campurkan tepung dan gula kedalam mangkuk besar.
  2. Pisahkan kuning telur dari putihnya, lalu kocok putih telur hingga mengembang. Kuning telurnya         jangan dibuang tapi taruh dimangkuk.
  3. Campurkan kuning telur, susu, vanili dan keju dalam mangkok terpisah, lalu aduk.
  4.  Tuangkan adonan nomor 3 ke adonan nomor 1. Tuang perlahan sambil anda aduk pelan-pelan hingga tercampur rata.
  5.  Panaskan wajan (anti lengket) dengan api kecil.
  6.  Masukan putih telur kedalam adonan lalu aduk hingga tercampur rata. Ukuran pancake sesuai selera anda.
  7.  Lumuri wajan dengan mentega dan segera tuang adonan pancake ke dalam wajan perlahan hingga membentuk sebuah lingkaran.
  8. Tunggu hingga adonan matang, cirinya adalah bagian samping yang mulai kering dan timbul gelembung pada pancake. Dan juga perubahan warna pancake menjadi coklat keemasan.
  9.  Lalu balik pancake sekali saja, hal ini penting untuk menjaga agar pancake tidak rusak.



Dan pancake keju siap dihidangkan, namun anda juga bisa menambah parutan keju diatas pancake yang sudah jadi dan bisa juga anda kreasikan topping sesuai dengan selera anda.



Nama : Dellina Rizki Azhari
Kelas : 1EB23
NPM : 22213152
Tulisan Pengantar Bisnis Softskill

Rabu, 11 Desember 2013

PEMASARAN

PEMASARAN

       I.            Pengertian pasar dan pemasaran

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.

Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

    II.            Jenis-Jenis Pasar
Pasar dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis :
·         Pasar tenaga kerja 
merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep upah dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Biasanya yang melakukan permintaan adalah badan usaha (perusahaan), lembaga-lembaga, instasi-instasi, atau dapat juga perseorangan, sedangkan yang melakukan penawaran tenaga kerja adalah angkatan kerja yang tersedia di pasar kerja.
·         Pasar uang
merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran uang. Dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu. Di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan hubungan utang piutang. Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (Bank sentral dan pemerintah) dan lembaga keuangan (bank dan bukan bank), sedangkan pihak yang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan).
·         Pasar modal
Atau biasa disebut dengan bursa efek. Dalam arti luas, pasar modal adalah pertemuan antara mereka yang mempunyai dana dengan mereka yang membutuhkan dana untuk modal usaha. Jika pasar uang lebih memfokuskan pada penggunaan jangka pendek, maka pasar modal lebih memfokuskan pada penggunaan jangka panjang.
·         Pasar luar negeri
menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan produk impor dan penawaran ke luar negeri berupa produk ekspor.

 III.            Konsep Pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan.
Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam.
Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

 IV.            Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.
Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.

Jadi, dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.

    V.            Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran menurut Sofjan Assauri adalah kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.
Jadi, bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dkendalikan dan diguna kan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.

Bauran pemasaran terdapat empat komponen, yaitu :
  •          Produk
  •          Harga
  •          Distribusi
  •          Promosi

Dan ke empat dari komponen tersebut saling mempengaruhi, sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi, yaitu strategi acuan/bauran.

 VI.            Tujuan Sistem Pemasaran
  •         Memaksimumkan Mutu Hidup
  •          kualitas, kuantitas
  •          ketersediaan, dan harga pokok barang, mutu
  •          lingkungan fisik dan mutu lingkungan kultur


VII.            Pendekatan Dalam Mempelajari Pemasaran

  •          Pendekatan Seba Fungsi

Kegiatan pokok pemasaran, yaitu: pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan,pembelanjaan, penanggungan resiko, standarnisasi
dan grading, pengumpulan informasi pasar

  •          Pendekatan Serba Lembaga

Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal : produsen, suplier, perantara dagang dsb.

  •          Pendekatan Serba barang (Pendekatan Organisasi Industri)

Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industry Pendekatan Serba Manajemen Dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil

  •          Pendekatan Serba Sistem

Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam system pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk, dan lembaga.


Nama  : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill (Pengantar Bisnis)

 
 


                                                                                                                

Sumber :

Konsep Nilai Waktu Dari Uang

Konsep Nilai Waktu Dari Uang

       I.            Nilai Masa Mendatang (Future Value)

Future Value (nilai akan datang) adalah nilai uang di masa yang akan datang dengan tingkat bunga tertentu. Future value dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

FV = PV (1 + i)n
FV = (Future Value (Nilai Pada akhir tahun ke n)
PV = (Nilai Sekarang (Nilai pada tahun ke 0)
i = Suku Bunga (interest rate)
n = Waktu (tahun/period)
Rumus di atas mengasumsikan bahwa bunga digandakan hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari, maka rumusnya menjadi :
FV = PV ( 1 + r )^n
FV = PV ( 1 + r / 360)^360n

Contoh :

Pada tanggal 2 Januari 2000, Agung menabung uangnya ke Bank Mandiri sebesar Rp. 2.000.000, dengan tingkat bunga sebesar 12% pertahun.
Hitung nilai tabungan Agung pada tanggal 2 Januari 2002, dengan asumsi :

a.       Bunga dimajemukkan setahun sekali
b.      Bunga dimajemukkan sebulan sekali
c.       Bunga dimajemukkan setiap hari
Jawab :
a.       FV = Rp. 2.000.000 (1 + 0,12)^2 = Rp. 2.508.800
b.      FV = Rp. 2.000.000 (1 + 0,12/12)^12(2) = Rp. 2.539.470
c.       FV = Rp. 2.000.000 (1 + 0,12/360)^360(2) = Rp. 2.542.397

rumus FVIFr,n = (1 + r )^n

 
Nilai uang di masa mendatang (future value) ditentukan oleh tingkat suku bunga tertentu yang berlaku di pasar keuangan. Misalnya suku bunga di pasar keuangan adalah 10% per tahun. Nilai uang masa mendatang dapat dihitung dengan menggunakan :
                                                  
                                                  

Makin tinggi tingkat bunga, makin tinggi nilai uang dimasa mendatang. Oleh sebab itu, kaum pemilik uang (kaum Kapitalis) pola pikir dan perilakunya bertumpu pada tingkat suku bunga. Jika tingkat bunga tinggi, ia akan membungakan uangnya atau mendepositokan uangnya, dan jika suku bunga rendah, ia akan meminjam uang untuk aktivitas bisnis.



    II.            Nilai sekarang
dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut dengan present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Misalkan P adalah nilai sekarang dari uang sebanyak A pada t tahun yang akan datang. Bila kemudian diumpamakan tingkat bunga adalah r, maka bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah :
I = P.r.t

 
 


P + P.r.t = P(1+rt)

 
dan uang setelah t tahun menjadi :

P(1+rt) = A

 
Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun mendaang, maka
P =     A/I + rt

 
atau

 Contoh :
Setahun lagi rudi akan menerima uang sebanyak Rp. 10.000,-. Berapakah nilai sekarang uang tersebut jika tingkat bunga adalah 13 % setahun?
Dik : A = 10.000,-.   r = 0,13 dan t = 1
P          = 10.000/ 1 + (0,13)(1)
= 8849,56
 III.            Nilai masa datang dan nilai sekarang
Nilai sekarang (Present value) merupakan modal dasar dan nilai masa datang (future value) merupakan penjabaran dari bunga majemuk.
 IV.            Anuitas
Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.
Macam-macam anuitas :
  1. Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode.
Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas biasa dapat dibagi 3 bagian, yaitu:
  •          Ordinary annuity
  •          Annuity due
  •          Deferred annuity.

FVn = PMT1 + in – 1i

 
Rumus dasar future value anuitas biasa 

Keterangan :
FVn = Future value (nilai masa depan dari anuitas pada akhir tahun ke-n)
PMT = Payment (pembayaran anuitas yang disimpan atau diterima pada setiap periode)
i = Interest rate (tingkat bunga atau diskonto tahunan)
n = Jumlah tahun akan berlangsungnya anuitas
PVn = FVn1 – 1 ( 1 + i ) n i

 
Rumus dasar present value anuitas biasa 

PVn = Present value (nilai sekarang dari anuitas pada akhir tahun ke-n)
b.       Nilai sekarang dari anuitas terhutang

Nilai sekarang dari anuitas terhutang berguna untuk mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun dengan menggunakan formulasi :

An (Anuitas Terhutang) = PMT ( PVIFAk,n ) ( 1 + k )
Anuitas abadi
Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus menerus.
PV ( anuitas abadi ) = pembayaran / Tingakat suku bunga = PMT / i



  1. Anuitas terhutang

Anuitas terhutang adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya.
FVn = PMT ( FVIFAi,n ) ( 1 + i )

 
Rumus dasar future value anuitas terhutang 

PVn = PMT ( PVIFAi,n ) ( 1 + i )

 
Rumus dasar present value anuitas terhutang 
;
  1. Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity)
Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
  1. Anuitas Abadi
PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT

 
Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus menerus.
 Tingkat suku bunga i
  1. Nilai sekarang dan seri pembayaran yang tidak rata
Dalam pengertian anuitas tercakup kata jumlah yang tetap, dengan kata lain anuitas adalah arus kas yang sama di setiap periode. Persamaan umum berikut ini bisa digunakan untuk mencari nilai sekarang dari seri pembayaran yang tak rata:
Nilai sekarang anuitas abadi = pembayaran/tingkat diskonto = PMT/r
·         Langkah 1.
Cari nilai sekarang dari $ 100 yang akan diterima di tahun 1:
$100 (0,9434) = $ 94,34
·         Langkah 2.
Diketahui bahwa dari 2 tahun sampai tahun 5 akan diterima anuitas sebesar $ 200 setahun. Dicari dulu anuitas 5 tahun, kemudian kurangi dengan anuitas 1 tahun, sisanya adalah anuitas 4 tahun dengan pembayaran pertama yang diterima setelah tahun ke-2:
Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ 200 (PVIFA(6%,1tahun))
Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ PVIFA(6%,1tahun)
Pvanuitas= $ 200(4,2124-0,9434)
Pvanuitas= $653,80
·         Langkah 3.
Cari nilai sekarang dari $1000 yang akan diterima di tahun ke-7
$1000(0,6651) = $ 665,10
·         Langkah 4.
Jumlahkan komponen-komponen yang diperoleh dari langkah 1 hingga langkah 3 tersebut :
$ 94,34 + $ 653,80 + $ 665,10 = $1413,24
  1. Periode kemajemukan tengan tahunan atau periode lainnya
Bunga majemuk tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus khas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga ditambahkan satu kali dalam setahun. Sedangkan bunga majemuk setengah tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus khas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga ditambahkan dua kali dalam setahun.
  1. Amortisasi Pinjaman
Merupakan suatu pinjaman yang akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya(bulanan, kuartalan, atau tahunan). Digunakan untuk menghitung pembayaran pinjaman atau angsuran sampai jatuh tempo.
  •          Dalam pembayaran angsuran terkandung : pembayaran cicilan hutang dan bunga.
  •          Angsuran berupa pembayaran yang tetap seperti anuitas.
  •          Pinjaman atau loan, diterima pada saat ini atau present value sehingga konsepnya menggunakan present value annuity (PVIFA)
  •          Pembayaran angsuran dapat dilakukan di awal periode atau diakhir periode
  •          Formula dapat disesuaikan dengan antara annuity due atau ordinary annuity.
  •          Pada saat jatuh tempo nilai saldo hutang sama dengan nol atau mendekati nilai nol.
  •          Pembayaran bunga berdasarkan pada jumlah saldo pinjaman, sehingga bunga dapat semakin menurun


Nama : Dellina Rizki Azhari
NPM : 22213152
Kelas : 1EB23
Tugas Softskill (Pengantar Bisnis)

Sumber :