Rabu, 09 Oktober 2013

MANAJEMEN PRODUKSI




MANAJEMEN PRODUKSI


  1. A.   Perkembangan Manajemen Produksi
Perkembangan manajemen produksi terdiri dari beberapa faktor penunjang, yaitu :

  • Adanya pembagian kerja dan spesialisasi

Untuk menciptakan produksi yang efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Untuk tercapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik maka pembagian kerja sangat memungkinkan. Namun, hal tersebut juga disertai dengan pengolahan yang baik pula dan akan menurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.

  • Revolusi industri

Revolusi industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga kerja manusia dengan tenaga kerja menggunakan mesin. Revolusi merupakan perubahan atau pembaharuan yang cepat dalam bidang perdagangan, industri dan tekhnik di Eropa.
Dampak terhadap pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya, sedangkan dampak terhadap pengusaha kecil masih dengan peralatan kerja yang masih tradisional.

Perkembangan revolusi industri terlihata pada :

  • Bertambahnya penggunaan mesin dalam proses produksi
  • Efisien produksi batu bara, besi dan baja
  • Pembangunan jalan kereta api, alat transportasi dan komunikasi
  • Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan
  • Industrilisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.


  • Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)
Banyak perusahaan yang sudah mengintegrasikan teknologi canggih kedalam bisnisnya.\
  • Perkembangan ilmu dan metode kerja
Dalam penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan didapatnya metode kerja yang baik yaitu dengan pendekatan, sebgai berikut :
  • Pengamatan (observasi)
  • Pengamatan terhadap metode kerja yang berlaku
  • Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaan atas proses kerja



  1. B.   Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting, yaitu :

  • Adanya orang yang lebih dari satu
  • Adanya tujuan yang ingin dicapai
  • Orang yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut


  1. C.   Pengertian Produksi
Produksi adalah kegiatan yang menciptakan, mengolah, mengupayakan pelayanan, menghasilkan barang dan jasa atau usaha untuk meningkatkan suatu benda agar menjadi lebih berguna bagi kebutuhan manusia.


  1. D.   Proses Produksi
Proses produksi yaitu suatu kegiatan perbaikan terus-menerus(continuos improvment), yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, proses produksi, sampai distribusi kepada konsumen.

Proses produksi dibagi menjadi 3, yaitu :

  • Proses produksi terus-menerus
Adalah proses produksi yang mempunyai pola atau aturan yang selalu sama dalam pelaksanaan proses produksi didalam perusahaan.
Ciri-ciri dari proses produksi terus-menerus :

  • Produk yang dihasilkan pada umumnya dalam jumlah besar dengan variasi yang sangat kecil dan sudah distandarisasikan.
  • Sistem atau cara penyusunan peralatannya berdasarkan urutan pengerjaan dari produk yang dihasilkan, yang biasa disebut produk layout departementation by product.
  • Mesin-mesin yang digunakan untuk menghasilkan produk bersifat khusus
  • Pengaruh operator terhadap produk yang dihasilkan sangat kecil karena mesin biasanya bekerja secara otomatis, sehingga seorang operator tidak perlu memiliki keahlian tinggi untuk pengerjaan produk tersebut.
  • Apabila salah satu mesin terhenti atau rusak, makan seluruh proses akan terhenti.
  • Job strukturnya sedikit dan jumlah tenaga kerja tidak terlalu banyak.

 Proses produksi terputus-putus

Adalah suatu proses dimana arus proses yang ada dalam perusahaan tidak selalu sama.
Ciri-ciri proses produksi terputus-putus :
  • Produk yang dihasilkan dalam jumlah kecil, variasi sangat besar
  • Menggunakan mesin-pmesin bersifat umum dan kurang otomatis
  • Operator mempunyai keahlian yang tinggi
  • Proses produksi tidak mudah terhenti walaupun terjadi kerusakan disalah satu mesin
  •  Menimbulkan pengawasan yang lebih sukar
  •  Persediaan barangt mentah tinggi


  1. E.   Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
Macam-macam pengambilan keputusan dalam manajemen produksi :

  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain


  1. F.    Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi
serta pengoperasiaannya, yang meliputi :

  • Seleksi dan design hasil produksi (produk)
  • Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
  • Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
  • Perancangan tata letak (Lay out) dan arus kerja atau proses
  • Perancangan tugas
  • Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas


  1. G.  Fungsi Serta Sistem Produksi Dan Operasi
Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan
dan pengubahan masukan menjadi keluaran atau output berupa barang atau
jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan.
Fungsi-fungsi penting dalam produksi : proses pengolahan, jasa-jasa penunjang,
perencanaan dan pengendalian/pengawasan.
Sistem Produksi dan Operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda
secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentrasnformasian masukan menjadi
keluaran.


  1. H.  Lokasi Dan Layout Pabrik
Dalam membentuk atau mendirikan perusahaan pasti seorang pemilik/pemimpin menentukan lokasi perusahaan pada suatu tempat, ada baiknya pemimpin perusahaan mendasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang benar dan sangat cermat terhadap semua faktor yang mempunyai peran penting dalam menjalankan aktivitas perusahaan.
Penentuan lokasi perusahaan mempunyai tujuan yaitu agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar.
Faktor-faktor yang menjadi alasan mengapa seorang pemilik/pemimpin perusahaan untuk memilih lokasi perusahaan dan tidak lepas dari pertimbangan-pertimbangan, yaitu :

  • Faktor transportasi
  • Faktor tenaga kerja
  • Faktor bahan baku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar