Sabtu, 14 Juni 2014

Tugas 3.5 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Schumpeter

Tugas 3.5 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Schumpeter


            Joseph Alois Schumpeter (8 Februari 1883 - 8 Januari 1950) adalah seorang ekonom Amerika-Austria dan ilmuwan politik. Dia sempat menjabat sebagai Menteri Keuangan Austria pada tahun 1919. Salah satu ekonom paling berpengaruh dari abad ke-20, Schumpeter mempopulerkan istilah "destruksi kreatif" dalam ekonomi.

            Schumpeter lebih menekankan pada pentingnya peranan para pelaku ekonomi yang memiliki jiwa entrepreneurship di dalam menciptakan perkembangan ekonomi. Mereka terus mengusahakan inovasi dalam kegiatan ekonomi.
Ø  Inovasi ini meliputi:
  •          Memperkenalkan suatu produk baru
  •          Mempertinggi efisiensi suatu produk
  •          Mengadakan perluasan pasarsuatu barang
  •          Mengadakan perubahan dalam organisasi produksi untuk mempertinggi eksistensi memungkinkan timbulnya proses imitasi, dimana pengusaha melakukan pengembangan teknologi baru.


            Menurut Schumpeter, makin tinggi tingkat kemajuan perekonomian, maka makin terbatas kemungkinan untuk mengadakan inovasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan menjadi bertambah lambat dan pada akhirnya akan terjadi keadaan yang tidak berkembang (stationary state). Akan tetapi, berbeda dengan pandangan klasik, dalam pandangan Schumpeter keadaan tidak berkembang itu dicapai pada tingkat pertumbuhan yang tinggi.

            Menurut Schumpeter, investasi dapat dibedakan kepada dua golongan yaitu penanaman modal otonomi dan penanaman modal terpengaruh. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan inovasi. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan inovasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yaitu:
  •          Jumlah dan kualitas penduduk
  •          Sumber daya modal dan teknologi
  •          Sistem sosial dan sikap masyarakat
  •          Sumber daya alam
  •          Luas pasar atau pangsa pasar


Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia       


Tugas 3.4 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Bertahap

Tugas 3.4 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Bertahap

                Walt Whitman Rostow (7 Oktober 1916 – 13 Februari 2003) adalah seorang ahli ekonomi dan politikus yang bekerja kepada National Security Advisor pada masa pemerintahan Presiden Johnson|Lyndon Baines Johnson di Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam pembentukan kebijakan Amerika Serikat di Asia Tenggara selama tahun 1960 dan dia merupakan musuh dari komunis. Ia bekerja sebagai penasehat utama selama pemerintahan John F. Kennedy dan Lyndon B. Johnson. Ia mendukung intervensi militer Amerika Serikat dalam Perang Vietnam



            Menurut W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:

1.      Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)

            Rostow, melihat tahap-tahap perkembangan ekonomi pada tahap permulaan (tradisional) sebagai perekonomian yang memilih fungsi produksi yang terbatas. Namun sebenarnya perubahan-perubahan ekonomi selalu ada. Hal ini dapat dilihat dari adanya perubahan didalam perdagangan dan tingkat pertumbuhan produksi pertanian

  •          Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas.
  •          Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern
  •          Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai

2.      Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)

            Tahap ini merupakan tahap yang diberlakukan agar perkembangan ekonomi dapat lepas landas tahap ini biasanya dicirikan oleh pertumbuhan perlahan-lahan dan inovasi.

  •          Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.
  •          Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.

3.      Periode Lepas Landas (The take off)
            Tahap ini merupakan tercapainya perkembangan pesat pada sektor-sektor tertentu yang telah menggunakan teknik produksi modern. Dalam tahap ini penerapan teknik-teknik baru dalam hal industri dapat berjalan dengan sendirinya.
  •          Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
  •           Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
  •          Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
  •          Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
  •          Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.


4.      Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)

            Tahap ini memperlihatkan adanya kematangan ekonomi, yaitu suatu periode ketika masyarakat secara efektif menerapkan teknologi modern terhadap sumber-sumber ekonomi.
  •          Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
  •           Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
  •          Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
  •          Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
  •           Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern


5.      Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)

  •          Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
  •         Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
  •          Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
  •          Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi


Sumber :
http://ratioatmadja.blogspot.com/2014/05/teori-pertumbuhan-ekonomi-bertahap.html


Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23

Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Tugas 3.3 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Neo-Klasik

Tugas 3.3 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Neo Klasik

            Robert Solow adalah ahli ekonomi yang memenangkan hadiah nobel pada tahun 1987. Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi akan tercapai jika ada pertumbuhan output. Pertumbuhan output terjadi jika dua faktor input, yakni modal dan tenaga kerja dikombinasikan, sedangkan faktor teknologi dianggap konstan (tidak berubah).

            Adapun yang tergolong sebagai modal adalah bahan baku, mesin, peralatan, komputer, bangunan dan uang. Dalam memproduksi output, faktor modal dan tenaga kerja bias dikombinasikan dalam berbagai model kombinasi.

Rumus :
Q = f (C.L)
Keterangan:
Q = Jumlah output yang dihasilkan
f = Fungsi
C = Capital (modal sebagai input)
L = Labour (tenaga kerja, sebagai input)

            Rumus di atas menyatakan bahwa output (Q) merupakan fungsi dari modal (C) dan tenaga kerja (L). Ini berarti tinggi rendahnya output tergantung pada cara mengombinasikan modal dan tenaga kerja.

            Rasio modal-output bisa beruabah. Dengan kata lain, suatu perekonomian mempunyai kebebasan yang tak terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu.

Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia


Tugas 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Klasik (Adam Smith)

Tugas 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Klasik (Adam Smith)

Pandangan Adam Smith
            Adam Smith merupakan ahli ekonomi yang pertama kali mengemukakan kebijksanaan laissez-faire, dan merupakan ahli ekonomi yang banyak berfokus pada permasalahan pembangunan. Inti dari proses pertumbuhan ekonomi menurut Smith dibagi menjadi dua aspek utama yaitu pertumbuhan output total dan pertumbuhan penduduk.

            Mengenai peranan penduduk dalam pembangunan ekonomi, Smith berpendapat bahwa perkembangan penduduk akan mendorong pembangunan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperluas pasar, maka akan meningkatkan spesialisasi dalam perekonomian tersebut. Perkembangan spesialisasi dan pembagian kerja akan mempercepat proses pembangunan ekonomi karena adanya spesialisasi akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mendorong perkembangan teknologi (Sadono Sukirno, 2010).

            Adam Smith (1723-1790) bapak dari ilmu eknomi modern yang terkenal dengan teori nilainya yaitu teori yang menyelidiki faktor-faktor yang menentukan nilai atau harga suatu barang. Bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) yang terkenal dengan bukuWealth of Nations yang tema pokoknya mengenai bagaimana perekonomian itu tumbuh.

            Adam Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi itu dari dua segi yaitu pertumbuhan output (GNP) total, dan pertumbuhan penduduk. Pembagian kerja merupakan titik permulaan dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith yang meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja. Ia menghubungkan kenaikan itu dengan:
  •          meningkatnya keterampilan pekerja;
  •          penghematan waktu dalam memproduksi barang; dan
  •          penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga


Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia


Tugas 3.1 Pertumbuhan Ekonomi

Tugas 3.1 Pertumbuhan Ekonomi

            Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

            Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.

Rumus pertumbuhan ekonomi :
g = (PDBs-PDBk)/PDBk  x 100%
keterangan :
g                      : Tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBs               : PDB riil tahun sekarang
PDBk              : PDB riil tahun kemarin

Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia