BAB XI
Format Makalah Ilmiah
Nama : Dellina Rizki
Azhari
NPM : 22213152
Kelas : 3EB26
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2
- Definisi dan Format Makalah Ilmiah
Merupakan naskah yang sistematik dan utuh yang berupa
garis-garis besar (outlines) mengenai suatu masalah, dan ditulis dengan
pendekatan satu atau lebih disiplin keilmuan tertentu, baik itu menguraikan
pendapat, gagasan maupun pembahasan dalam rangka pemecahan masalah tersebut.
- Bagian awal atau pembuka
Bagian awal ini dimulai dari halaman judul sampai dengan
abstrakpenelitian. Komponen-komponen bagian ini
secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
·
Halaman
Sampul dan Halaman Judul
·
Halaman
Persetujuan
·
Halaman
Pengesahan
·
Kata
Pengantar
·
Daftar
Isi
·
Daftar
Tabel dan Halaman Gambar (jika ada)
·
Abstrak
- Bagian isi
Bab I Pendahuluan :
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Batasan masalah
- Definisi Istilah (Boleh ada,
boleh tidak)
Bab II Kajian Pustaka/Landasan Teori :
·
Kerangka
Teoretis
·
Kerangka
Pemikiran
·
Hipotesis
(jika ada)
Bab III Metode Penelitian :
- Subjek dan Objek
- Metode Pengumpulan Data
- Alat Penelitian
- Metode Analisis Data
Bab IV Hasil Dan Pembahasan :
- Hasil Penelitian
- Pembahasan
Bab V Kesimpulan Saran
- Bagian akhir
·
Daftar
Pustaka
Bagian ini berisi daftar semua pustaka yang dijadikan acuan
atau pegangan, serta landasan penelitian. Daftar pustaka disusun atas dasar
alfabetis nama pengarang tanpa nomor urut. (1) nama pengarang, (2) tahun
terbit, (3) judul buku, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.
- Topik, Tujuan, dan Tesis Makalah ilmiah
Persiapan untuk menulis sebuah karya
ilmiah berbeda dengan persiapan menulis sebuah berita. Jika menulis berita
topik sudah tersedia, yakni hal yang harus diliput. Tidak demikian dengan karya
ilmiah seringkali topik sudah ditentukan tapi terkadang juga si penulis harus
menentukan topiknya sendiri. Biasanya topik yang dipilih berkaitan dengan hal
yang sedang diteliti. Karya ilmiah harus disusun secara sistematis, setiap
langkah terencana serta terkendali, konseptual dan prosedural. Berdasarkan
syarat tersebut kemudian dilakukan pemilihan topik disertai penetapan tujuan,
kemudian topik dan tujuan tersebut dirumuskan menjadi sebuah tesis yang utuh.
Topik seringkali sulit dibedakan dari
judul, sebuah topik dapat apa saja pada akhirnya dijadikan judul tulisan.
Tetapi topik tidak sama dengan judul, tidak selalu sebuah topik adalah sebuah
judul. Mungkin saja terjadi sebuah judul mengandung topik. Dalam Keraf (1997),
dikatakan bahwa topik berasal dari kata Yunani, topoi, yang berarti ‘tempat’.
Ada empat syarat memilih topik, yaitu:
- Menarik minat penulis,
- Diketahui dan dikuasai oleh
penulis,
- Harus cukup sempit dan terbatas,
- Sebaiknya, tidak terlalu baru,
teknis, atau controversial (khusus untuk penulis pemula)
Jika selesai memilih topik langkah berikutnya adalah
menetapkan tujuan penulisan. Menurut Keraf (1997), tujuan penulisan ada dua,
yaitu:
- Sesuatu yang ingin disampaikan
oleh penulis berlandaskan topik yang telah dipilih
- Maksud penulis dalam menguraikan
topik bahasan.
Langkah berikutnya adalah merumuskan
tesis, yakni menggabungkan topik dan tujuan kita. Tesis sebenarnya sama dengan
tema. Dalam laras ilmiah, sebagaimana diuraikan dalam Keraf (1997), tesis
adalah tema bagi laras ilmiah yang berbentuk satu kalimat dengan topik dan
tujuan yang berfungsi sebagai gagasan sentral kalimat tersebut. Kata tema
berasal dari bahasa Yunani, tithenai, yang berarti ‘menempatkan’ atau
‘meletakkan’.
Dalam proses penulisan sebuah karya,
tema berarti sebuah perumusan dari topik yang telah dipilih sebagai landasan
pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui pilihan topik tadi.
Dalam merumuskan sebuah tesis, harus diperhatikan pula bentuk
kalimat tesis itu dengan memperhatikan lima hal berikut ini :
- Harus berupa sebuah kalimat
hasil perumusan topik dan tujuan.
- Dapat berupa kalimat tunggal
atau kalimat majemuk bertingkat.
- Tidak boleh berupa kalimat
majrmuk setara.
- Harus bergagasan sentral, dalam
hal ini gagasan utama kalimat tesis.
- Tidak mengandung kata negasi dan
kata relatif, seperti beberapa, hanya, agak.
Sebuah tesis yang baik harus memiliki:
- Kejelasan,
- Kesatuan,
- Perkembangan yang jelas,
- Keaslian,
- Kecocokan judul.
Tesis dan topik bukan judul. Jika
topik dan tesis dirumuskan di awal proses penulisan, sebaliknya perumusan judul
dilakukan setelah seluruh karangan selesai. Sebuah judul harus memiliki
persyaratan:
- Ringkas
- Provokatif, dan
- Relevan dengan isi.
Ada syarat lain yang merupakan syarat khas untuk tesis
berkaitan dengan sifat ilmiahnya, yaitu:
- Bersifat terbatas, jika sudah
ditetapkan jenis pendekatan yang akan digunakan dalam penulisan,
- Mengandung kesatuan dengan hanya
satu gagasan sentral,
- Mengandung ketepatan, yaitu
tesis mengandung kata atau istilah yang mengandung satu pengertian yang
dapat dipertanggungjawabkan pengertiannya dalam tulisan ilmiahnya kelak.
- Unsur Pada Makalah
Daftar Isi, merupakan bagian halaman
yang berisi mengenai daftar halaman-halaman yang menjadi isi dari suatu makalah
atau buku dimana kita dapat melihat halaman yang kita inginkan.
Kata Pengantar, merupakan bagian dari pengantar penulis untuk
memberikan ucapan terimakasih kepada yang para pembantu dalam penyelesaian
pembuatan makalah atau sebuah karya tulis dan biasanya berisi permintaan kritik
dan saran dari para pembaca.
Bab, merupakan bagian materi dimana
dibagi menjadi tiga yang mencakup tentang pendahuluan, isi dan penutup.
Pendahuluan biasanya berisi mengenai latar belakang dari pembuatan makalah atau
suatu karya dimana membahas tujuan dan manfaat tentang pembuatan makalah
tersebut. Kemudian isi merupakan tema utama atau ide pokok yang akan dibahas
dalam pembuatan makalah tersebut. Sedangkan penutup merupakan bagian akhir dari
pembutan makalah yang diakhiri dengan penarikan kesimpulan serta
permintaan kritik dan saran dari para
pembaca.
Daftar Pustaka, merupakan bagian yang
berisi mengenai sumber yang didapatkan untuk pembuatan makalah. Format
penulisan daftar pustaka seperti berikut. Nama Pengarang. Judul Buku. Nama
Penerbit. Tahun Terbit.
- Pengertian Topik
Topik adalah berasal dari bahasa
Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis pokok pembicaraan atau
sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
- Cara membatasi sebuah topik
dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut :
- Tetapkanlah topik yang akan
digarap dalam kedudukan sentral.
- Mengajukan pertanyaan, apakah
topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih
lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik
pertama tadi.
- Tetapkanlah dari rincian tadi
mana yang akan dipilih.
- Mengajukan pertanyaan apakah
sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.
Topik karangan merupakan jawaban atas
pertanyaan “Masalah apa yang akan ditulis? dan hendak menulis tentang apa?”
Ciri topik permasalahannya yang bersifat umum dan belum terurai.
- Pembatasan Topik
Topik adalah segala yang ingin
dibahas. Ini berarti, penulis sudah memilih apa yang akan menjadi pokok
pembicaraan dalam tulisan tersebut. Menurut Sabarti Akhadiah (1994: 211), ada
lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik:
- ada manfaatnya untuk
perkembangan ilmu atau profesi
- cukup menarik untuk dibahas
- dikenal dengan baik
- bahannya mudah diperoleh
- tidak terlalu luas dan tidak
terlalu sempit
Keraf (1979: 113) merumuskan kiat
pembatasan topik adalah dengan langkah sebagai berikut: Pertama, tetapkan topik
yang ingin dibahas dalam suatu kedudukan sentral. Kedua, ajukanlah pertanyaan,
apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat diperinci
lebih lanjut atau tidak.Bila dapat, tempatkanlah perincian itu di sekitar
lingkaran topik pertama tadi. Ketiga, tetapkanlah yang mana dari perincian tadi
yang akan dipilih. Keempat, ajukanlah pertanyaan apakah sektor tadi masih perlu
diperinci lebih lanjut atau tidak. Demikian dilakukan berulang sampai diperoleh
topik yang sangat khusus.
- Kriteria Topik yang Baik
Tahap ini tentu saja sudah menentukan
topik yang hendak dikembangkan menjadi suatu karangan. Langkah selanjutnya,
pertimbangkanlah apakah topik tersebut menarik untuk dijadikan tulisan dan
apakah mampu untuk menuliskannya sebagai sebuah karangan?
Untuk menentukan topik yang baik,
hal-hal berikut ini dapat dijadikan tolok ukurnya :
- Topik harus sesuai dengan latar
belakang pengetahuan penulisnya. Pastikan bahwa topik yang hendak dibahas
benar – benar sudah dikuasai materinya.
- Topik harus sesuai dengan minat
Anda. Topik yang menarik minat Anda akan membuat Anda lancar
menuliskannya.Selain itu, jika Anda tertarik untuk menuliskannya tentu
akan membuat Anda bersemangat mencari referensinya.
- Topik harus menarik minat
pembaca. Percuma saja menulis sesuatu yang kira-kira tidak membuat orang
tertarik untuk membacanya.Meskipun minat baca seseorang tentulah berkaitan
dengan latar belakang pengetahuannya. Akan tetapi, jika Anda menulis
sesuatu yang baru, eksotik, menyodorkan alternatif lain, menimbulkan rasa
ingin tahu, membuat seseorang terlibat emosional, dan hal yang eksotik ini
akan menarik orang untuk membacanya.
- Topik harus dapat ditunjang
dengan referensi lain. Suatu topik yang belum ada sama sekali rujukan
(referensi) atau materi lain yang menunjang akan sangat merepotkan Anda
sendiri, Untuk itu, sedapat mungkin hindarilah dahulu topik seperti itu.
- Topik harus dibatasi ruang
lingkupnya. Topik yang terlalu luas akan menyulitkan Anda sendiri dan akan
menyita banyak waktu Anda. Lagi pula pembicaraan Anda tidak akan terfokus.
Hal ini akan membuat tulisan Anda terlihat bertele-tele.
- Cara Membuat Topik
Sebelum mengangkat sesuatu menjadi
topik dalam tulisan, pengarang harus benar-benar mengetahui pokok
persoalannya.Agar pembicaraan pengarang tidak melantur, hendaknya topik
dipersempit sesuai dengan rencana. Dengan itu, akan diperoleh salah satu aspek
untuk diangkat menjadi pokok pembahasan karangan.
Contoh berikut ini adalah cara untuk
mempersempit topik supaya lebih spesifik dari topik sebelumnya :
- Menurut tempat: negara tertentu
lebih khusus dari pada dunia; Jakarta lebih terbatas dari pada Pulau
Jawa.Topik “Pulau Jawa sebelum Indonesia Merdeka” dapat dipersempit
menjadi “Jakarta sebelum Indonesia Merdeka”.
- Menurut waktu/periode/zaman:
“Kebudayaan Indonesia” dapat dikhususkan menjadi “Seni Patung pada Zaman
Kerajaan Hindu”.
- Menurut hubungan sebab akibat :
“Dekadensi Moral di Kalangan Muda-Mudi” dapat dipersempit menjadi “Pokok
Pangkal Timbulnya Krisis Moral di Kalangan Muda-Mudi”
- Menurut pembagian bidang
kehidupan manusia: politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, agama, kesenian,
... dan sebagainya.
- Karangan tentnag “Usaha-usaha
Pemerintah dalam bidang Ekonomi dapat diperkhusus menjadi “Kebijaksanaan
Deregulasi di Bidang Ekonomi Selama Ganti”.
- Menurut aspek khusus umum:
idividual-kolektif: “Pengaruh Siaran televisi terhadap Kaum Tanidi Jawa
Timur” dapat dipersempit menjadi “Pengaruh Siaran Televisi Boyolali.
- Menurut objek material dan objek
formal. Objek material ialah bahan yang dibicarakan; objek formal ialah
sudut dari mana bahan itu kita tinjau, misalnya: “Kesusastraan Indonesia
(objek material) Ditinjau dari Sudut Gaya Bahasanya (objek formal).
Kepemimpinan Ditinjau dari Sudut Pembentukan Kader-kader Baru; Keluarga
Berencana ditinjau dari Segi Agama.
- Tujuan Penulisan
Setelah menemukan topik, langkah
selanjutnya menentukan tujuan penulisan. Maksudnya, apa yang ingin dicapai
dengan menulis topik karangan terntentu. Pada dasarnya tujuan penulisan dapat
dikelompokkan atas tujuan umum dan tujuan khusus (Rakhmat 1999:24).
Tujuan umum bersifat
informatif.Adapun tujuan khusus adalah tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum.
Topik : Pentingnya
Menjaga Perdamaian
Judul :Damai itu Indah
Tujuan umum :Argumentasi
Tujuan khusus :
- Memberi keyakinan pada pembaca
bahwa damai memberi ketenangan dan kenyamanan dalam kehidupan kita.
- Memberi keyakinan pada pembaca
bahwa damai membuat kehidupan menjadi lebih indah.
- Mengajak pembaca untuk selalu
menjaga perdamaian.
- Pengertian Tesis
Tesis adalah pernyataan atau teori yg
didukung oleh argumen yg dikemukakan dl karangan; untuk mendapatkan gelar
kesarjanaan pd perguruan tinggi. Tesis juga dapat berarti sebuah karya tulis
ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa.Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan
dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam
Ilmu Pendidikan.
Karakteristik Tesis :
Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang
tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu pendidikan sesuai dengan program
studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan.
- Merupakan pengujian empirik
terhadap posisi teoritik tertentu.
- Menggunakan data primer sebagai
data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder.
- Ditulis dengan bahasa Indonesia
yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.
Tujuan pembuatan makalah ini biasanya dikerjakan sebagai
tugas akhir sekolah atau perkuliahan. Biasanya makalah yang dibuat akan
dipresentasikan dan dijelaskan lebih lanjut di depan kelas.
Sumber :
anggakurniawan135.blogspot.co.id/2014/12/makalah-b.html?m=1
www.bimbingan.org/tujuan-pembuatan-makalah.htm
andriassuryaditiaputra.blogspot.co.id/2015/05/softskill-bahasa-indonesia-2-karangan.html?m=1
b-unsurmakalah.blogspot.co.id/2012/01/unsur-pada-makalah.html?m=1