Senin, 28 Desember 2015

Tugas Bahasa Indonesia 2 : BAB XI Format Makalah Ilmiah

BAB XI
Format Makalah Ilmiah

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 3EB26
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2

  1. Definisi dan Format Makalah Ilmiah
Merupakan naskah yang sistematik dan utuh yang berupa garis-garis besar (outlines) mengenai suatu masalah, dan ditulis dengan pendekatan satu atau lebih disiplin keilmuan tertentu, baik itu menguraikan pendapat, gagasan maupun pembahasan dalam rangka pemecahan masalah tersebut.

  1. Bagian awal atau pembuka
Bagian awal ini dimulai dari halaman judul sampai dengan abstrakpenelitian. Komponen-komponen bagian ini  secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
·                  Halaman Sampul dan Halaman Judul
·                  Halaman Persetujuan
·                  Halaman Pengesahan
·                  Kata Pengantar
·                  Daftar Isi
·                  Daftar Tabel dan Halaman Gambar (jika ada)
·                  Abstrak

  1. Bagian isi
Bab I Pendahuluan :
  • Latar Belakang Masalah
  • Rumusan masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Batasan masalah
  • Definisi Istilah (Boleh ada, boleh tidak)

Bab II Kajian Pustaka/Landasan Teori :
·                  Kerangka Teoretis
·                  Kerangka Pemikiran
·                  Hipotesis (jika ada)

Bab III Metode Penelitian :
  • Subjek dan Objek
  • Metode Pengumpulan Data
  • Alat Penelitian
  • Metode Analisis Data

Bab IV Hasil Dan Pembahasan :
  • Hasil Penelitian
  • Pembahasan

Bab V Kesimpulan Saran
  • Kesimpulan
  • Saran

  1. Bagian akhir
·                  Daftar Pustaka
Bagian ini berisi daftar semua pustaka yang dijadikan acuan atau pegangan, serta landasan penelitian. Daftar pustaka disusun atas dasar alfabetis nama pengarang tanpa nomor urut. (1) nama pengarang, (2) tahun terbit, (3) judul buku, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.

  1. Topik, Tujuan, dan Tesis Makalah ilmiah

Persiapan untuk menulis sebuah karya ilmiah berbeda dengan persiapan menulis sebuah berita. Jika menulis berita topik sudah tersedia, yakni hal yang harus diliput. Tidak demikian dengan karya ilmiah seringkali topik sudah ditentukan tapi terkadang juga si penulis harus menentukan topiknya sendiri. Biasanya topik yang dipilih berkaitan dengan hal yang sedang diteliti. Karya ilmiah harus disusun secara sistematis, setiap langkah terencana serta terkendali, konseptual dan prosedural. Berdasarkan syarat tersebut kemudian dilakukan pemilihan topik disertai penetapan tujuan, kemudian topik dan tujuan tersebut dirumuskan menjadi sebuah tesis yang utuh.
Topik seringkali sulit dibedakan dari judul, sebuah topik dapat apa saja pada akhirnya dijadikan judul tulisan. Tetapi topik tidak sama dengan judul, tidak selalu sebuah topik adalah sebuah judul. Mungkin saja terjadi sebuah judul mengandung topik. Dalam Keraf (1997), dikatakan bahwa topik berasal dari kata Yunani, topoi, yang berarti ‘tempat’. Ada empat syarat memilih topik, yaitu:
  • Menarik minat penulis,
  • Diketahui dan dikuasai oleh penulis,
  • Harus cukup sempit dan terbatas,
  • Sebaiknya, tidak terlalu baru, teknis, atau controversial (khusus untuk penulis pemula)
Jika selesai memilih topik langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan penulisan. Menurut Keraf (1997), tujuan penulisan ada dua, yaitu:
  • Sesuatu yang ingin disampaikan oleh penulis berlandaskan topik yang telah dipilih
  • Maksud penulis dalam menguraikan topik bahasan.

Langkah berikutnya adalah merumuskan tesis, yakni menggabungkan topik dan tujuan kita. Tesis sebenarnya sama dengan tema. Dalam laras ilmiah, sebagaimana diuraikan dalam Keraf (1997), tesis adalah tema bagi laras ilmiah yang berbentuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang berfungsi sebagai gagasan sentral kalimat tersebut. Kata tema berasal dari bahasa Yunani, tithenai, yang berarti ‘menempatkan’ atau ‘meletakkan’.
Dalam proses penulisan sebuah karya, tema berarti sebuah perumusan dari topik yang telah dipilih sebagai landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui pilihan topik tadi.
Dalam merumuskan sebuah tesis, harus diperhatikan pula bentuk kalimat tesis itu dengan memperhatikan lima hal berikut ini :
  • Harus berupa sebuah kalimat hasil perumusan topik dan tujuan.
  • Dapat berupa kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat.
  • Tidak boleh berupa kalimat majrmuk setara.
  • Harus bergagasan sentral, dalam hal ini gagasan utama kalimat tesis.
  • Tidak mengandung kata negasi dan kata relatif, seperti beberapa, hanya, agak.

Sebuah tesis yang baik harus memiliki:
  • Kejelasan,
  • Kesatuan,
  • Perkembangan yang jelas,
  • Keaslian,
  • Kecocokan judul.

Tesis dan topik bukan judul. Jika topik dan tesis dirumuskan di awal proses penulisan, sebaliknya perumusan judul dilakukan setelah seluruh karangan selesai. Sebuah judul harus memiliki persyaratan:
  • Ringkas
  • Provokatif, dan
  • Relevan dengan isi.
Ada syarat lain yang merupakan syarat khas untuk tesis berkaitan dengan sifat ilmiahnya, yaitu:
  • Bersifat terbatas, jika sudah ditetapkan jenis pendekatan yang akan digunakan dalam penulisan,
  • Mengandung kesatuan dengan hanya satu gagasan sentral,
  • Mengandung ketepatan, yaitu tesis mengandung kata atau istilah yang mengandung satu pengertian yang dapat dipertanggungjawabkan pengertiannya dalam tulisan ilmiahnya kelak.

  1. Unsur Pada Makalah

Daftar Isi, merupakan bagian halaman yang berisi mengenai daftar halaman-halaman yang menjadi isi dari suatu makalah atau buku dimana kita dapat melihat halaman yang kita inginkan.
Kata Pengantar, merupakan bagian dari pengantar penulis untuk memberikan ucapan terimakasih kepada yang para pembantu dalam penyelesaian pembuatan makalah atau sebuah karya tulis dan biasanya berisi permintaan kritik dan saran dari para pembaca.

Bab, merupakan bagian materi dimana dibagi menjadi tiga yang mencakup tentang pendahuluan, isi dan penutup. Pendahuluan biasanya berisi mengenai latar belakang dari pembuatan makalah atau suatu karya dimana membahas tujuan dan manfaat tentang pembuatan makalah tersebut. Kemudian isi merupakan tema utama atau ide pokok yang akan dibahas dalam pembuatan makalah tersebut. Sedangkan penutup merupakan bagian akhir dari pembutan makalah yang diakhiri dengan penarikan kesimpulan serta permintaan  kritik dan saran dari para pembaca.
Daftar Pustaka, merupakan bagian yang berisi mengenai sumber yang didapatkan untuk pembuatan makalah. Format penulisan daftar pustaka seperti berikut. Nama Pengarang. Judul Buku. Nama Penerbit. Tahun Terbit.

  1. Pengertian Topik

Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.

  1. Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut :
  • Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
  • Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
  • Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
  • Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.

Topik karangan merupakan jawaban atas pertanyaan “Masalah apa yang akan ditulis? dan hendak menulis tentang apa?” Ciri topik permasalahannya yang bersifat umum dan belum terurai.

  1. Pembatasan Topik

Topik adalah segala yang ingin dibahas. Ini berarti, penulis sudah memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan dalam tulisan tersebut. Menurut Sabarti Akhadiah (1994: 211), ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik:
  • ada manfaatnya untuk perkembangan ilmu atau profesi
  • cukup menarik untuk dibahas
  • dikenal dengan baik
  • bahannya mudah diperoleh
  • tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit

Keraf (1979: 113) merumuskan kiat pembatasan topik adalah dengan langkah sebagai berikut: Pertama, tetapkan topik yang ingin dibahas dalam suatu kedudukan sentral. Kedua, ajukanlah pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat diperinci lebih lanjut atau tidak.Bila dapat, tempatkanlah perincian itu di sekitar lingkaran topik pertama tadi. Ketiga, tetapkanlah yang mana dari perincian tadi yang akan dipilih. Keempat, ajukanlah pertanyaan apakah sektor tadi masih perlu diperinci lebih lanjut atau tidak. Demikian dilakukan berulang sampai diperoleh topik yang sangat khusus.

  1. Kriteria Topik yang Baik

Tahap ini tentu saja sudah menentukan topik yang hendak dikembangkan menjadi suatu karangan. Langkah selanjutnya, pertimbangkanlah apakah topik tersebut menarik untuk dijadikan tulisan dan apakah mampu untuk menuliskannya sebagai sebuah karangan?
Untuk menentukan topik yang baik, hal-hal berikut ini dapat dijadikan tolok ukurnya :
  • Topik harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan penulisnya. Pastikan bahwa topik yang hendak dibahas benar – benar sudah dikuasai materinya.
  • Topik harus sesuai dengan minat Anda. Topik yang menarik minat Anda akan membuat Anda lancar menuliskannya.Selain itu, jika Anda tertarik untuk menuliskannya tentu akan membuat Anda bersemangat mencari referensinya.
  • Topik harus menarik minat pembaca. Percuma saja menulis sesuatu yang kira-kira tidak membuat orang tertarik untuk membacanya.Meskipun minat baca seseorang tentulah berkaitan dengan latar belakang pengetahuannya. Akan tetapi, jika Anda menulis sesuatu yang baru, eksotik, menyodorkan alternatif lain, menimbulkan rasa ingin tahu, membuat seseorang terlibat emosional, dan hal yang eksotik ini akan menarik orang untuk membacanya.
  • Topik harus dapat ditunjang dengan referensi lain. Suatu topik yang belum ada sama sekali rujukan (referensi) atau materi lain yang menunjang akan sangat merepotkan Anda sendiri, Untuk itu, sedapat mungkin hindarilah dahulu topik seperti itu.
  • Topik harus dibatasi ruang lingkupnya. Topik yang terlalu luas akan menyulitkan Anda sendiri dan akan menyita banyak waktu Anda. Lagi pula pembicaraan Anda tidak akan terfokus. Hal ini akan membuat tulisan Anda terlihat bertele-tele.

  1. Cara Membuat Topik

Sebelum mengangkat sesuatu menjadi topik dalam tulisan, pengarang harus benar-benar mengetahui pokok persoalannya.Agar pembicaraan pengarang tidak melantur, hendaknya topik dipersempit sesuai dengan rencana. Dengan itu, akan diperoleh salah satu aspek untuk diangkat menjadi pokok pembahasan karangan.
Contoh berikut ini adalah cara untuk mempersempit topik supaya lebih spesifik dari topik sebelumnya :
  • Menurut tempat: negara tertentu lebih khusus dari pada dunia; Jakarta lebih terbatas dari pada Pulau Jawa.Topik “Pulau Jawa sebelum Indonesia Merdeka” dapat dipersempit menjadi “Jakarta sebelum Indonesia Merdeka”.
  • Menurut waktu/periode/zaman: “Kebudayaan Indonesia” dapat dikhususkan menjadi “Seni Patung pada Zaman Kerajaan Hindu”.
  • Menurut hubungan sebab akibat : “Dekadensi Moral di Kalangan Muda-Mudi” dapat dipersempit menjadi “Pokok Pangkal Timbulnya Krisis Moral di Kalangan Muda-Mudi”
  • Menurut pembagian bidang kehidupan manusia: politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, agama, kesenian, ... dan sebagainya.
  • Karangan tentnag “Usaha-usaha Pemerintah dalam bidang Ekonomi dapat diperkhusus menjadi “Kebijaksanaan Deregulasi di Bidang Ekonomi Selama Ganti”.
  • Menurut aspek khusus umum: idividual-kolektif: “Pengaruh Siaran televisi terhadap Kaum Tanidi Jawa Timur” dapat dipersempit menjadi “Pengaruh Siaran Televisi Boyolali.
  • Menurut objek material dan objek formal. Objek material ialah bahan yang dibicarakan; objek formal ialah sudut dari mana bahan itu kita tinjau, misalnya: “Kesusastraan Indonesia (objek material) Ditinjau dari Sudut Gaya Bahasanya (objek formal). Kepemimpinan Ditinjau dari Sudut Pembentukan Kader-kader Baru; Keluarga Berencana ditinjau dari Segi Agama.

  1. Tujuan Penulisan

Setelah menemukan topik, langkah selanjutnya menentukan tujuan penulisan. Maksudnya, apa yang ingin dicapai dengan menulis topik karangan terntentu. Pada dasarnya tujuan penulisan dapat dikelompokkan atas tujuan umum dan tujuan khusus (Rakhmat 1999:24).
Tujuan umum bersifat informatif.Adapun tujuan khusus adalah tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum.
Topik               : Pentingnya Menjaga Perdamaian
Judul              :Damai itu Indah
Tujuan umum :Argumentasi
Tujuan khusus :
  • Memberi keyakinan pada pembaca bahwa damai memberi ketenangan dan kenyamanan dalam kehidupan kita.
  • Memberi keyakinan pada pembaca bahwa damai membuat kehidupan menjadi lebih indah.
  • Mengajak pembaca untuk selalu menjaga perdamaian.
  1. Pengertian Tesis

Tesis adalah pernyataan atau teori yg didukung oleh argumen yg dikemukakan dl karangan; untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pd perguruan tinggi. Tesis juga dapat berarti sebuah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa.Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan.

Karakteristik Tesis :
Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan.
  • Merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoritik tertentu.
  • Menggunakan data primer sebagai data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder.
  • Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.

Tujuan pembuatan makalah ini biasanya dikerjakan sebagai tugas akhir sekolah atau perkuliahan. Biasanya makalah yang dibuat akan dipresentasikan dan dijelaskan lebih lanjut di depan kelas.


Sumber :
anggakurniawan135.blogspot.co.id/2014/12/makalah-b.html?m=1
www.bimbingan.org/tujuan-pembuatan-makalah.htm
andriassuryaditiaputra.blogspot.co.id/2015/05/softskill-bahasa-indonesia-2-karangan.html?m=1
b-unsurmakalah.blogspot.co.id/2012/01/unsur-pada-makalah.html?m=1


Tidak ada komentar:

Posting Komentar