Sabtu, 14 Juni 2014

Tugas 3.3 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Neo-Klasik

Tugas 3.3 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Neo Klasik

            Robert Solow adalah ahli ekonomi yang memenangkan hadiah nobel pada tahun 1987. Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi akan tercapai jika ada pertumbuhan output. Pertumbuhan output terjadi jika dua faktor input, yakni modal dan tenaga kerja dikombinasikan, sedangkan faktor teknologi dianggap konstan (tidak berubah).

            Adapun yang tergolong sebagai modal adalah bahan baku, mesin, peralatan, komputer, bangunan dan uang. Dalam memproduksi output, faktor modal dan tenaga kerja bias dikombinasikan dalam berbagai model kombinasi.

Rumus :
Q = f (C.L)
Keterangan:
Q = Jumlah output yang dihasilkan
f = Fungsi
C = Capital (modal sebagai input)
L = Labour (tenaga kerja, sebagai input)

            Rumus di atas menyatakan bahwa output (Q) merupakan fungsi dari modal (C) dan tenaga kerja (L). Ini berarti tinggi rendahnya output tergantung pada cara mengombinasikan modal dan tenaga kerja.

            Rasio modal-output bisa beruabah. Dengan kata lain, suatu perekonomian mempunyai kebebasan yang tak terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu.

Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia


Tugas 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Klasik (Adam Smith)

Tugas 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Klasik (Adam Smith)

Pandangan Adam Smith
            Adam Smith merupakan ahli ekonomi yang pertama kali mengemukakan kebijksanaan laissez-faire, dan merupakan ahli ekonomi yang banyak berfokus pada permasalahan pembangunan. Inti dari proses pertumbuhan ekonomi menurut Smith dibagi menjadi dua aspek utama yaitu pertumbuhan output total dan pertumbuhan penduduk.

            Mengenai peranan penduduk dalam pembangunan ekonomi, Smith berpendapat bahwa perkembangan penduduk akan mendorong pembangunan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperluas pasar, maka akan meningkatkan spesialisasi dalam perekonomian tersebut. Perkembangan spesialisasi dan pembagian kerja akan mempercepat proses pembangunan ekonomi karena adanya spesialisasi akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mendorong perkembangan teknologi (Sadono Sukirno, 2010).

            Adam Smith (1723-1790) bapak dari ilmu eknomi modern yang terkenal dengan teori nilainya yaitu teori yang menyelidiki faktor-faktor yang menentukan nilai atau harga suatu barang. Bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) yang terkenal dengan bukuWealth of Nations yang tema pokoknya mengenai bagaimana perekonomian itu tumbuh.

            Adam Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi itu dari dua segi yaitu pertumbuhan output (GNP) total, dan pertumbuhan penduduk. Pembagian kerja merupakan titik permulaan dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith yang meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja. Ia menghubungkan kenaikan itu dengan:
  •          meningkatnya keterampilan pekerja;
  •          penghematan waktu dalam memproduksi barang; dan
  •          penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga


Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia


Tugas 3.1 Pertumbuhan Ekonomi

Tugas 3.1 Pertumbuhan Ekonomi

            Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

            Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.

Rumus pertumbuhan ekonomi :
g = (PDBs-PDBk)/PDBk  x 100%
keterangan :
g                      : Tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBs               : PDB riil tahun sekarang
PDBk              : PDB riil tahun kemarin

Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Rabu, 30 April 2014

Tugas 2.6 DI (Disposible Income)

2.6  DI (Disposible Income)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

·         Rumus Mencari Disposable Income (DI)  :

DI = PI - Pajak langsung



Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Sumber :

Tugas 2.5 PNN (Produk Nasional Netto)

2.5 PNN (Produk Nasional Netto)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

·         Rumus PNN yakni :

Produk Nasional Netto = Produk Nasional Bruto – Depresiasi


Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Sumber :


Senin, 28 April 2014

Tugas 2.4 PNB (Produk Nasional Bruto)

2.4 PNB (Produk Nasional Bruto)


Produk Nasional Bruto (Gross National Product) adalah nilai seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh sesuatu perekonomian dalam suatu periode tertentu (Dobrnbusch : 1981).

Produk Nasional Bruto (GNP) adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warga negara asing yang berdomisili di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang yang bekewarganegaraan negara tersebut saja. 

  •          cara menghitung PNB yaitu :

PNB = PDB + PFPN

Jika PDB lebih besar dari PNB maka penanaman modal asing (PMA) lebih besar dari penanaman modal negara itu di luar negeri. Negara-negara berkembang biasanya PDB lebih besar dari PNB. PFPN (Pendapatan Faktor Produksi Neto), yaitu Selisih antara Pendapatan Faktor Produksi Neto dari Luar Negeri dikurangi Pembayaran Faktor Produksi Neto ke Luar Negeri


Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Sumber :

Tugas 2.3 PDB (Produk Domestik Bruto)

2.3 PDB (Produk Domestik Bruto)

Produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.

PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.

PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.

  •          Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:


PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor - impor)

Keterangan :  konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

  •          Rumus pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Keterangan :  sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.


Nama               : Dellina Rizki Azhari
NPM               : 22213152
Kelas               : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Sumber :