Selasa, 07 Oktober 2014

SEJARAH BERDIRINYA KOPERASI


      MAKALAH
EKONOMI KOPERASI
SEJARAH BERDIRINYA KOPERASI







Dellina Rizki Azhari
22213152
2EB26





Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma
2014



KATA PENGANTAR



Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah Ekonomi Koperasi yang bertuliskan tentang “Sejarah Berdirinya Koperasi di dunia dan Indonesia”.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan saya, saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu saya menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata saya sampaikan Terimakasih.

Bekasi, 2 Oktober  2014




SEJARAH KOPERASI


Sejarah Koperasi Di Dunia

Kata “koperasi” berasal dari bahasa Inggris yaitu co dan operation. Co artinya bersama, operation adalah usaha . jadi koperasi adalah usaha bersama. Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen ( 1771-1858), yan menerapkan nya pertama kali pada usaha permintaan kapas di  New Lanark, Skotlandia . Gerakan  koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh  William King (1786-1865) dengan mendirikan toko koperasi di Brrighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi .  Koperasi pun berkembang di negara-negara lainnya.

Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya.  Di Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris.  Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh Charles Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch. Di Perancis, Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas barang. Di Denmark Pastor Christiansone mendirikan koperasi pertanian.

Kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia. Berbagai penemuan di bidang teknologi ( revolusi industri ) melahirkan tata dunia ekonomi baru. Tatanan dunia ekonomi menjajdi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal ( kapitalisme ). Kaum kapitalis atau pemilik modal memanfaatkan penemuan baru tersebutdengan sebaik-baiknya untuk memperkaya dirinya dan memperkuat kedudukan ekonominya. Hasrat serakah ini melahirkan persaingan bebas yang tidak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis / liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah.

Dalam kemiskinan dan kemelaratan  ini, muncul  kesadaran  masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi. Pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di Inggris yang terkenal dengan nama Koperasi Rochdale di bawah pimpinan Charles Howart. Di Jerman, Frederich Willhelm Raiffeisen dan Hermann Schulze memelopori Koperasi Simpan Pinjam. Di Perancis, muncul tokoh-tokoh kperasi seperti Charles Fourier, Louis Blance, dan Ferdinand Lassalle.

Konsep Koperasi


  •    Konsep koperasi barat
Konsep yang menjelaskan bahwa koperasi adalah organisasi swasta yang dibentuk secara sukarela oleh orang- orang yang mempunyai persamaan kepentingan, untuk mengurusi kepentingan anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi . dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko bersama.

  •    Konsep koperasi sosialis
Konsep yang menjelaskan bahwa koperasi itu direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi untuk menunjang perencanaan nasional. Konsep koperasi ini tidak berdiri sendiri melainkan merupakan subsistem dari sistem sosialis untuk mencapai tujuan sistem sosialis-komunis

  •    Konsep Negara berkembang
Konsep yang menjelaskan bahwa koperasi ini sudah berkembang dengan ciri sendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

Aliran Koperasi 

Secara umum aliran koperasi dibagi menjadi 3 aliran, yaitu :

  •          Aliran Yardstick
Aliran ini pada umumnya dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut sistem perekonomian liberal. Menurut aliran ini, koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang ditimbulkan oleh system kapitalisme.

  •          Aliran Sosialis
Menurut aliran ini koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.

  •          Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
Aliran persemakmuran (Comminwealth) memandang koperasi sebagai alat yang efisieen dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

Perkembangan Koperasi Di Indonesia

Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh Raden Arta Wiriaatmadja. Seorang patih dari Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Bekerja sama dengan E Sieburg, R. Arta Wiraatmadja mendirikan koperasi kredit sistem Riffeisen. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan. Berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah tangga (koperasi konsumsi).

Serikat Islam pada tahun 1913 membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi. Pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) di Surabaya. Partai Nasional Indonesia (PNI) di dalam kongresnya di Jakarta berusaha menggelorakan semangat operasi sehingga kongres ini sering juga disebut “ kongres koperasi ”. Tujuan nya untuk membantu para anggotanya agar tidak terjerat dengan rentenir.

Pada jaman penjajahan Jepang koperasi Indonesia dijadikan alat pertahanan dengan nama kumiai. Fungsi koperasi menjadi rusak dan banyak yang membubarkan diri. Setelah Indonesia merdeka semangat mendirikan koperasi bangkit kembali. Pemerintah mendukung penuh atas pendirian koperasi, khususnya melalui UUD 1945, pasal 33 ayat 1 pada tanggal 12 Juli 1947 diadakan kongres pertama di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kongres Koperasi I menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain :

  •          mendirikan sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI)
  •          menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi
  •         menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi
Akibat  tekanan  dari  berbagai  pihak  misalnya Agresi Belanda, keputuasan Kongres Koperasi I belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, pada tanggal 12 Juli 1953, diadakanlah Kongres Koperasi II di Bandung, yang  antara lain mengambil putusan sebagai berikut :

  •          Membentuk Dewan Koperasi Indonesia ( Dekopin ) sebagai  pengganti  SOKRI
  •         Menetapkan  pendidikan  koperasi  sebagai  salah  satu  mata  pelajaran di sekolah
  •          Mengangkat Moh. Hatta  sebagai  Bapak Koperasi Indonesia
  •         Segera akan dibuat undang-undang  koperasi yang baru
Pada tanggal 12 Juli sebagai hari koperasi san Drs. Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi. . Di Indonesia pun koperasi ini lahir sebagai usaha memperbaiki ekonomi masyarakat yang ditindas oleh penjajah pada masa itu.

Prinsip Koperasi

Bahwa ada 7 prinsip yang dapat dianut suatu koperasi, yaitu :
  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  3. Pembagian sisa hasil usaha berdasarkan jasa anggota
  4. Pemberian balas jasa terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian
  6. Pendidikan perkoperasian
  7. Kerja sama antarkoperasi

Ciri-ciri koperasi

  1. Koperasi Indonesia bukan kumpulan modal, melainkan  kumpulan orang
  2. Koperasi Indonesia bekerja sama berdasarkan  persamaan derajat, hak, dan kewajiban. Koperasi seharusnya berperan sebagai  wadah  demokrasi ekonomi dan sosial.
  3. Segala kegiatan  koperasi  Indonesia didasarkan atas kesadaran  para anggotanya .
Macam-macam koperasi

  1. Koperasi  simpan pinjam (KSP)
  2. Koperasi  produksi
  3. Koperasi  jasa
Landasan koperasi Indonesia

  1. Landasan  idil koperasi Indonesia adalah Pancasila.
  2. Landasan  struktural  koperasi Indonesia adalah UUD 1945 Pasal 33 ayat 1.
  3. Landasan  mental  koperasi Indonesia adalah  kesetiakawanan dan kesadaran pribadi
  4. Landasan  operasional  koperasi Indonesia adalah  ketentuan-ketentuan organisasi yang  harus ditaati  dan dipatuhi  oleh  anggota, pengurus, badan pemeriksa, manajer, serta karyawan  koperasi  dalam  melaksanakan  tugasnya  masing-masing.
Fungsi koperasi indonesia

  1. Alat  perjuangan  ekonomi  untuk  mempertinggi  kesejahteraan  rakyat .
  2. Alat  pendemokrasian  ekonomi  sosial.
  3. Sebagai  salah  satu  urat  nadi  perekonomian  bangsa  indonesia.




DAFTAR PUSTAKA


Sabtu, 14 Juni 2014

Tugas 3.5 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Schumpeter

Tugas 3.5 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Schumpeter


            Joseph Alois Schumpeter (8 Februari 1883 - 8 Januari 1950) adalah seorang ekonom Amerika-Austria dan ilmuwan politik. Dia sempat menjabat sebagai Menteri Keuangan Austria pada tahun 1919. Salah satu ekonom paling berpengaruh dari abad ke-20, Schumpeter mempopulerkan istilah "destruksi kreatif" dalam ekonomi.

            Schumpeter lebih menekankan pada pentingnya peranan para pelaku ekonomi yang memiliki jiwa entrepreneurship di dalam menciptakan perkembangan ekonomi. Mereka terus mengusahakan inovasi dalam kegiatan ekonomi.
Ø  Inovasi ini meliputi:
  •          Memperkenalkan suatu produk baru
  •          Mempertinggi efisiensi suatu produk
  •          Mengadakan perluasan pasarsuatu barang
  •          Mengadakan perubahan dalam organisasi produksi untuk mempertinggi eksistensi memungkinkan timbulnya proses imitasi, dimana pengusaha melakukan pengembangan teknologi baru.


            Menurut Schumpeter, makin tinggi tingkat kemajuan perekonomian, maka makin terbatas kemungkinan untuk mengadakan inovasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan menjadi bertambah lambat dan pada akhirnya akan terjadi keadaan yang tidak berkembang (stationary state). Akan tetapi, berbeda dengan pandangan klasik, dalam pandangan Schumpeter keadaan tidak berkembang itu dicapai pada tingkat pertumbuhan yang tinggi.

            Menurut Schumpeter, investasi dapat dibedakan kepada dua golongan yaitu penanaman modal otonomi dan penanaman modal terpengaruh. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan inovasi. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan inovasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yaitu:
  •          Jumlah dan kualitas penduduk
  •          Sumber daya modal dan teknologi
  •          Sistem sosial dan sikap masyarakat
  •          Sumber daya alam
  •          Luas pasar atau pangsa pasar


Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia       


Tugas 3.4 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Bertahap

Tugas 3.4 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Bertahap

                Walt Whitman Rostow (7 Oktober 1916 – 13 Februari 2003) adalah seorang ahli ekonomi dan politikus yang bekerja kepada National Security Advisor pada masa pemerintahan Presiden Johnson|Lyndon Baines Johnson di Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam pembentukan kebijakan Amerika Serikat di Asia Tenggara selama tahun 1960 dan dia merupakan musuh dari komunis. Ia bekerja sebagai penasehat utama selama pemerintahan John F. Kennedy dan Lyndon B. Johnson. Ia mendukung intervensi militer Amerika Serikat dalam Perang Vietnam



            Menurut W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:

1.      Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)

            Rostow, melihat tahap-tahap perkembangan ekonomi pada tahap permulaan (tradisional) sebagai perekonomian yang memilih fungsi produksi yang terbatas. Namun sebenarnya perubahan-perubahan ekonomi selalu ada. Hal ini dapat dilihat dari adanya perubahan didalam perdagangan dan tingkat pertumbuhan produksi pertanian

  •          Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas.
  •          Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern
  •          Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai

2.      Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)

            Tahap ini merupakan tahap yang diberlakukan agar perkembangan ekonomi dapat lepas landas tahap ini biasanya dicirikan oleh pertumbuhan perlahan-lahan dan inovasi.

  •          Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.
  •          Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.

3.      Periode Lepas Landas (The take off)
            Tahap ini merupakan tercapainya perkembangan pesat pada sektor-sektor tertentu yang telah menggunakan teknik produksi modern. Dalam tahap ini penerapan teknik-teknik baru dalam hal industri dapat berjalan dengan sendirinya.
  •          Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
  •           Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
  •          Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
  •          Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
  •          Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.


4.      Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)

            Tahap ini memperlihatkan adanya kematangan ekonomi, yaitu suatu periode ketika masyarakat secara efektif menerapkan teknologi modern terhadap sumber-sumber ekonomi.
  •          Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
  •           Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
  •          Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
  •          Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
  •           Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern


5.      Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)

  •          Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
  •         Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
  •          Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
  •          Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi


Sumber :
http://ratioatmadja.blogspot.com/2014/05/teori-pertumbuhan-ekonomi-bertahap.html


Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23

Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Tugas 3.3 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Neo-Klasik

Tugas 3.3 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Neo Klasik

            Robert Solow adalah ahli ekonomi yang memenangkan hadiah nobel pada tahun 1987. Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi akan tercapai jika ada pertumbuhan output. Pertumbuhan output terjadi jika dua faktor input, yakni modal dan tenaga kerja dikombinasikan, sedangkan faktor teknologi dianggap konstan (tidak berubah).

            Adapun yang tergolong sebagai modal adalah bahan baku, mesin, peralatan, komputer, bangunan dan uang. Dalam memproduksi output, faktor modal dan tenaga kerja bias dikombinasikan dalam berbagai model kombinasi.

Rumus :
Q = f (C.L)
Keterangan:
Q = Jumlah output yang dihasilkan
f = Fungsi
C = Capital (modal sebagai input)
L = Labour (tenaga kerja, sebagai input)

            Rumus di atas menyatakan bahwa output (Q) merupakan fungsi dari modal (C) dan tenaga kerja (L). Ini berarti tinggi rendahnya output tergantung pada cara mengombinasikan modal dan tenaga kerja.

            Rasio modal-output bisa beruabah. Dengan kata lain, suatu perekonomian mempunyai kebebasan yang tak terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu.

Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia


Tugas 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Klasik (Adam Smith)

Tugas 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Teori Ekonomi Klasik (Adam Smith)

Pandangan Adam Smith
            Adam Smith merupakan ahli ekonomi yang pertama kali mengemukakan kebijksanaan laissez-faire, dan merupakan ahli ekonomi yang banyak berfokus pada permasalahan pembangunan. Inti dari proses pertumbuhan ekonomi menurut Smith dibagi menjadi dua aspek utama yaitu pertumbuhan output total dan pertumbuhan penduduk.

            Mengenai peranan penduduk dalam pembangunan ekonomi, Smith berpendapat bahwa perkembangan penduduk akan mendorong pembangunan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperluas pasar, maka akan meningkatkan spesialisasi dalam perekonomian tersebut. Perkembangan spesialisasi dan pembagian kerja akan mempercepat proses pembangunan ekonomi karena adanya spesialisasi akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mendorong perkembangan teknologi (Sadono Sukirno, 2010).

            Adam Smith (1723-1790) bapak dari ilmu eknomi modern yang terkenal dengan teori nilainya yaitu teori yang menyelidiki faktor-faktor yang menentukan nilai atau harga suatu barang. Bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) yang terkenal dengan bukuWealth of Nations yang tema pokoknya mengenai bagaimana perekonomian itu tumbuh.

            Adam Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi itu dari dua segi yaitu pertumbuhan output (GNP) total, dan pertumbuhan penduduk. Pembagian kerja merupakan titik permulaan dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith yang meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja. Ia menghubungkan kenaikan itu dengan:
  •          meningkatnya keterampilan pekerja;
  •          penghematan waktu dalam memproduksi barang; dan
  •          penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga


Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia


Tugas 3.1 Pertumbuhan Ekonomi

Tugas 3.1 Pertumbuhan Ekonomi

            Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

            Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.

Rumus pertumbuhan ekonomi :
g = (PDBs-PDBk)/PDBk  x 100%
keterangan :
g                      : Tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBs               : PDB riil tahun sekarang
PDBk              : PDB riil tahun kemarin

Sumber :

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Rabu, 30 April 2014

Tugas 2.6 DI (Disposible Income)

2.6  DI (Disposible Income)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

·         Rumus Mencari Disposable Income (DI)  :

DI = PI - Pajak langsung



Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 1EB23
Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Sumber :