Senin, 28 Desember 2015

Tugas Bahasa Indonesia 2 : BAB 13 Proses Penyusunan Karya Tulis Ilmiah

BAB 13
PROSES PENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 3EB26
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2

  1. Tahapan-tahapan penulisan Karangan Ilmiah :
  1. Pemilihan Topik
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik adalah:

a.       Area Topik
Area topik memuat cakupan masalah yang akan diangkat dalam penulisan karya tulis ilmiah. Topik lebih luas daripada judul, karena topik mencakup isi pokok dan area yang akan dibahas dan ditulis.

b.      Keterbatasan
Keterbatasan yang sering ditemui dalam pemilihan topik, seringkali adalah keterbatasan yang disesuaikan dengan: minat, kemampuan dilaksanakan, kemudahan dilaksanakan,  kemudahan dibuat menjadi masalah yang lebih luas, dan  manfaat.

  1. Pengumpulan Informasi
Prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengumpulan informasi adalah:

a.       Evaluasi instrumen, untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan konsisten.
Evaluasi instrumen dilakukan dengan uji coba pengumpulan data dengan instrumen yang telah dibuat. Hasil uji coba akan diketahui melalui pengujian validitas dan reliabilitas.

b.      Evaluasi terhadap sumber, untuk mempertanggungjawabkan data.
Penulis harus menentukan apakah data yang diperlukan dalam menulis karya tulis ilmiah berupa data primer, sekunder atau gabungan dari keduanya.

c.       Pembuatan catatan, untuk memudahkan pencatatan dan pencarian kembali informasi yang telah dicatat.

Catatan dapat dibuat dengan penggunaan kartu informasi, pembuatan sistem penulisan untuk menghubungan kartu informasi dengan daftar pustaka, serta pemilihan bentuk kutipan.

  1. Survei Lapangan
Melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian.

  1. Menyusun Hipotesis
Menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian

  1. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut.

  1. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.

  1. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap obyek penelitian.

  1. Langkah-Langkah Penulisan Karya Tulis Ilmiah
a.       Persiapan naskah pertama,
b.      Revisi naskah,
c.       Persiapan format,
d.      Editing akhir, dan
e.       Koreksi akhir (proof reading).

  1. Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi ini bertujuan untuk memeriksa kembali tulisan yang telah jadi ataupun memperbaiki berbagai kesalahan dan kekurangan dalam karya tulis. Hal yang harus menjadi perhatian diantaranya: isi artikel, sistematika penyajian dan bahasa yang digunakan.

  1. Struktur Penyajian Karya Ilmiah
Struktur penyajian karya ilmiah terdiri dari :

  1. Bagian Pengantar.
Bagian pengantar atau sering disebut pendahuluan dapat berupa latar belakang yang menggambarkan penting nya topik yang akan dibahas, tujuan penulisan, dan mungkin juga ruang lingkup penulisan.
Luas cakupan bagian pembuka atau pendahuluan ini bervariasi sesuai dengan jenis karya ilmiah yang ditulis. Ada bagian pendahuluan yang hanya terdiri dari satu atau dua paragraf, ada pula yang terdiri dari satu bab yang dibagi lagi menjadi subtopik.

  1. Bagian Inti.
Bagian inti atau pokok pembahasan sebuah karya ilmiah merupakan bagian yang paling besar dalam sebuah karya ilmiah. Tergantung dari luasnya masalah yang di bahas atau dari jenis karya ilmiah yang ditulis, bagian pembahasan ini dapat sangat panjang dan dapat pula sangat singkat. Skripsi, tesis, dan disertasi mungkin mencantumkan beberapa bab yang dapat dikelompokkan sebagai bagian inti, sedangkan artikel ilmiah mungkin mencamtumkan beberapa subtopik.
Namun yang jelas bagian inti atau pokok pembahasan ini memberi kesempatan kepada penulis untuk memaparkan proses kejadian /penelitian yang di lakukan atau hasil kajian yang akan diungkapkan.

  1. Bagian penutup.
Bagian penutup merupakan bagian akhir dari sebuah tulisan. Seperti halnya pada bagian pendahuluan dan bagian inti, bagian penutup sebuah karya ilmiah juga mempunyai struktur kajian yang khas, yang berbeda dari bagian penutup jenis tulisan lain.
Sebuah karya ilmiah biasanya ditutup dengan simpulan dan harapan atau rekomendasi. Semua ini merupakan simpulan kajian peserta terhadap topik atau masalah yang disajikannya, serta tindak lanjut yang diharapkan terjadi berdasarkan simpulan tersebut. Berita atau cerita pendek tidak selalu menutup beita atau ceritanya dengan simpulan dan rekomendasi.
Sumber :

sapasayaa.blogspot.co.id/2012/03/struktur-struktur-penyajian-karya.html?m=1
lailamaharani.blogspot.co.id/2012/12/langkah-langkah-persiapan-penulisan.html?m=1


Tugas Bahasa Indonesia 2 : BAB XI Format Makalah Ilmiah

BAB XI
Format Makalah Ilmiah

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 3EB26
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2

  1. Definisi dan Format Makalah Ilmiah
Merupakan naskah yang sistematik dan utuh yang berupa garis-garis besar (outlines) mengenai suatu masalah, dan ditulis dengan pendekatan satu atau lebih disiplin keilmuan tertentu, baik itu menguraikan pendapat, gagasan maupun pembahasan dalam rangka pemecahan masalah tersebut.

  1. Bagian awal atau pembuka
Bagian awal ini dimulai dari halaman judul sampai dengan abstrakpenelitian. Komponen-komponen bagian ini  secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
·                  Halaman Sampul dan Halaman Judul
·                  Halaman Persetujuan
·                  Halaman Pengesahan
·                  Kata Pengantar
·                  Daftar Isi
·                  Daftar Tabel dan Halaman Gambar (jika ada)
·                  Abstrak

  1. Bagian isi
Bab I Pendahuluan :
  • Latar Belakang Masalah
  • Rumusan masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Batasan masalah
  • Definisi Istilah (Boleh ada, boleh tidak)

Bab II Kajian Pustaka/Landasan Teori :
·                  Kerangka Teoretis
·                  Kerangka Pemikiran
·                  Hipotesis (jika ada)

Bab III Metode Penelitian :
  • Subjek dan Objek
  • Metode Pengumpulan Data
  • Alat Penelitian
  • Metode Analisis Data

Bab IV Hasil Dan Pembahasan :
  • Hasil Penelitian
  • Pembahasan

Bab V Kesimpulan Saran
  • Kesimpulan
  • Saran

  1. Bagian akhir
·                  Daftar Pustaka
Bagian ini berisi daftar semua pustaka yang dijadikan acuan atau pegangan, serta landasan penelitian. Daftar pustaka disusun atas dasar alfabetis nama pengarang tanpa nomor urut. (1) nama pengarang, (2) tahun terbit, (3) judul buku, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.

  1. Topik, Tujuan, dan Tesis Makalah ilmiah

Persiapan untuk menulis sebuah karya ilmiah berbeda dengan persiapan menulis sebuah berita. Jika menulis berita topik sudah tersedia, yakni hal yang harus diliput. Tidak demikian dengan karya ilmiah seringkali topik sudah ditentukan tapi terkadang juga si penulis harus menentukan topiknya sendiri. Biasanya topik yang dipilih berkaitan dengan hal yang sedang diteliti. Karya ilmiah harus disusun secara sistematis, setiap langkah terencana serta terkendali, konseptual dan prosedural. Berdasarkan syarat tersebut kemudian dilakukan pemilihan topik disertai penetapan tujuan, kemudian topik dan tujuan tersebut dirumuskan menjadi sebuah tesis yang utuh.
Topik seringkali sulit dibedakan dari judul, sebuah topik dapat apa saja pada akhirnya dijadikan judul tulisan. Tetapi topik tidak sama dengan judul, tidak selalu sebuah topik adalah sebuah judul. Mungkin saja terjadi sebuah judul mengandung topik. Dalam Keraf (1997), dikatakan bahwa topik berasal dari kata Yunani, topoi, yang berarti ‘tempat’. Ada empat syarat memilih topik, yaitu:
  • Menarik minat penulis,
  • Diketahui dan dikuasai oleh penulis,
  • Harus cukup sempit dan terbatas,
  • Sebaiknya, tidak terlalu baru, teknis, atau controversial (khusus untuk penulis pemula)
Jika selesai memilih topik langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan penulisan. Menurut Keraf (1997), tujuan penulisan ada dua, yaitu:
  • Sesuatu yang ingin disampaikan oleh penulis berlandaskan topik yang telah dipilih
  • Maksud penulis dalam menguraikan topik bahasan.

Langkah berikutnya adalah merumuskan tesis, yakni menggabungkan topik dan tujuan kita. Tesis sebenarnya sama dengan tema. Dalam laras ilmiah, sebagaimana diuraikan dalam Keraf (1997), tesis adalah tema bagi laras ilmiah yang berbentuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang berfungsi sebagai gagasan sentral kalimat tersebut. Kata tema berasal dari bahasa Yunani, tithenai, yang berarti ‘menempatkan’ atau ‘meletakkan’.
Dalam proses penulisan sebuah karya, tema berarti sebuah perumusan dari topik yang telah dipilih sebagai landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui pilihan topik tadi.
Dalam merumuskan sebuah tesis, harus diperhatikan pula bentuk kalimat tesis itu dengan memperhatikan lima hal berikut ini :
  • Harus berupa sebuah kalimat hasil perumusan topik dan tujuan.
  • Dapat berupa kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat.
  • Tidak boleh berupa kalimat majrmuk setara.
  • Harus bergagasan sentral, dalam hal ini gagasan utama kalimat tesis.
  • Tidak mengandung kata negasi dan kata relatif, seperti beberapa, hanya, agak.

Sebuah tesis yang baik harus memiliki:
  • Kejelasan,
  • Kesatuan,
  • Perkembangan yang jelas,
  • Keaslian,
  • Kecocokan judul.

Tesis dan topik bukan judul. Jika topik dan tesis dirumuskan di awal proses penulisan, sebaliknya perumusan judul dilakukan setelah seluruh karangan selesai. Sebuah judul harus memiliki persyaratan:
  • Ringkas
  • Provokatif, dan
  • Relevan dengan isi.
Ada syarat lain yang merupakan syarat khas untuk tesis berkaitan dengan sifat ilmiahnya, yaitu:
  • Bersifat terbatas, jika sudah ditetapkan jenis pendekatan yang akan digunakan dalam penulisan,
  • Mengandung kesatuan dengan hanya satu gagasan sentral,
  • Mengandung ketepatan, yaitu tesis mengandung kata atau istilah yang mengandung satu pengertian yang dapat dipertanggungjawabkan pengertiannya dalam tulisan ilmiahnya kelak.

  1. Unsur Pada Makalah

Daftar Isi, merupakan bagian halaman yang berisi mengenai daftar halaman-halaman yang menjadi isi dari suatu makalah atau buku dimana kita dapat melihat halaman yang kita inginkan.
Kata Pengantar, merupakan bagian dari pengantar penulis untuk memberikan ucapan terimakasih kepada yang para pembantu dalam penyelesaian pembuatan makalah atau sebuah karya tulis dan biasanya berisi permintaan kritik dan saran dari para pembaca.

Bab, merupakan bagian materi dimana dibagi menjadi tiga yang mencakup tentang pendahuluan, isi dan penutup. Pendahuluan biasanya berisi mengenai latar belakang dari pembuatan makalah atau suatu karya dimana membahas tujuan dan manfaat tentang pembuatan makalah tersebut. Kemudian isi merupakan tema utama atau ide pokok yang akan dibahas dalam pembuatan makalah tersebut. Sedangkan penutup merupakan bagian akhir dari pembutan makalah yang diakhiri dengan penarikan kesimpulan serta permintaan  kritik dan saran dari para pembaca.
Daftar Pustaka, merupakan bagian yang berisi mengenai sumber yang didapatkan untuk pembuatan makalah. Format penulisan daftar pustaka seperti berikut. Nama Pengarang. Judul Buku. Nama Penerbit. Tahun Terbit.

  1. Pengertian Topik

Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.

  1. Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut :
  • Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
  • Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
  • Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
  • Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.

Topik karangan merupakan jawaban atas pertanyaan “Masalah apa yang akan ditulis? dan hendak menulis tentang apa?” Ciri topik permasalahannya yang bersifat umum dan belum terurai.

  1. Pembatasan Topik

Topik adalah segala yang ingin dibahas. Ini berarti, penulis sudah memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan dalam tulisan tersebut. Menurut Sabarti Akhadiah (1994: 211), ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik:
  • ada manfaatnya untuk perkembangan ilmu atau profesi
  • cukup menarik untuk dibahas
  • dikenal dengan baik
  • bahannya mudah diperoleh
  • tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit

Keraf (1979: 113) merumuskan kiat pembatasan topik adalah dengan langkah sebagai berikut: Pertama, tetapkan topik yang ingin dibahas dalam suatu kedudukan sentral. Kedua, ajukanlah pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat diperinci lebih lanjut atau tidak.Bila dapat, tempatkanlah perincian itu di sekitar lingkaran topik pertama tadi. Ketiga, tetapkanlah yang mana dari perincian tadi yang akan dipilih. Keempat, ajukanlah pertanyaan apakah sektor tadi masih perlu diperinci lebih lanjut atau tidak. Demikian dilakukan berulang sampai diperoleh topik yang sangat khusus.

  1. Kriteria Topik yang Baik

Tahap ini tentu saja sudah menentukan topik yang hendak dikembangkan menjadi suatu karangan. Langkah selanjutnya, pertimbangkanlah apakah topik tersebut menarik untuk dijadikan tulisan dan apakah mampu untuk menuliskannya sebagai sebuah karangan?
Untuk menentukan topik yang baik, hal-hal berikut ini dapat dijadikan tolok ukurnya :
  • Topik harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan penulisnya. Pastikan bahwa topik yang hendak dibahas benar – benar sudah dikuasai materinya.
  • Topik harus sesuai dengan minat Anda. Topik yang menarik minat Anda akan membuat Anda lancar menuliskannya.Selain itu, jika Anda tertarik untuk menuliskannya tentu akan membuat Anda bersemangat mencari referensinya.
  • Topik harus menarik minat pembaca. Percuma saja menulis sesuatu yang kira-kira tidak membuat orang tertarik untuk membacanya.Meskipun minat baca seseorang tentulah berkaitan dengan latar belakang pengetahuannya. Akan tetapi, jika Anda menulis sesuatu yang baru, eksotik, menyodorkan alternatif lain, menimbulkan rasa ingin tahu, membuat seseorang terlibat emosional, dan hal yang eksotik ini akan menarik orang untuk membacanya.
  • Topik harus dapat ditunjang dengan referensi lain. Suatu topik yang belum ada sama sekali rujukan (referensi) atau materi lain yang menunjang akan sangat merepotkan Anda sendiri, Untuk itu, sedapat mungkin hindarilah dahulu topik seperti itu.
  • Topik harus dibatasi ruang lingkupnya. Topik yang terlalu luas akan menyulitkan Anda sendiri dan akan menyita banyak waktu Anda. Lagi pula pembicaraan Anda tidak akan terfokus. Hal ini akan membuat tulisan Anda terlihat bertele-tele.

  1. Cara Membuat Topik

Sebelum mengangkat sesuatu menjadi topik dalam tulisan, pengarang harus benar-benar mengetahui pokok persoalannya.Agar pembicaraan pengarang tidak melantur, hendaknya topik dipersempit sesuai dengan rencana. Dengan itu, akan diperoleh salah satu aspek untuk diangkat menjadi pokok pembahasan karangan.
Contoh berikut ini adalah cara untuk mempersempit topik supaya lebih spesifik dari topik sebelumnya :
  • Menurut tempat: negara tertentu lebih khusus dari pada dunia; Jakarta lebih terbatas dari pada Pulau Jawa.Topik “Pulau Jawa sebelum Indonesia Merdeka” dapat dipersempit menjadi “Jakarta sebelum Indonesia Merdeka”.
  • Menurut waktu/periode/zaman: “Kebudayaan Indonesia” dapat dikhususkan menjadi “Seni Patung pada Zaman Kerajaan Hindu”.
  • Menurut hubungan sebab akibat : “Dekadensi Moral di Kalangan Muda-Mudi” dapat dipersempit menjadi “Pokok Pangkal Timbulnya Krisis Moral di Kalangan Muda-Mudi”
  • Menurut pembagian bidang kehidupan manusia: politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, agama, kesenian, ... dan sebagainya.
  • Karangan tentnag “Usaha-usaha Pemerintah dalam bidang Ekonomi dapat diperkhusus menjadi “Kebijaksanaan Deregulasi di Bidang Ekonomi Selama Ganti”.
  • Menurut aspek khusus umum: idividual-kolektif: “Pengaruh Siaran televisi terhadap Kaum Tanidi Jawa Timur” dapat dipersempit menjadi “Pengaruh Siaran Televisi Boyolali.
  • Menurut objek material dan objek formal. Objek material ialah bahan yang dibicarakan; objek formal ialah sudut dari mana bahan itu kita tinjau, misalnya: “Kesusastraan Indonesia (objek material) Ditinjau dari Sudut Gaya Bahasanya (objek formal). Kepemimpinan Ditinjau dari Sudut Pembentukan Kader-kader Baru; Keluarga Berencana ditinjau dari Segi Agama.

  1. Tujuan Penulisan

Setelah menemukan topik, langkah selanjutnya menentukan tujuan penulisan. Maksudnya, apa yang ingin dicapai dengan menulis topik karangan terntentu. Pada dasarnya tujuan penulisan dapat dikelompokkan atas tujuan umum dan tujuan khusus (Rakhmat 1999:24).
Tujuan umum bersifat informatif.Adapun tujuan khusus adalah tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum.
Topik               : Pentingnya Menjaga Perdamaian
Judul              :Damai itu Indah
Tujuan umum :Argumentasi
Tujuan khusus :
  • Memberi keyakinan pada pembaca bahwa damai memberi ketenangan dan kenyamanan dalam kehidupan kita.
  • Memberi keyakinan pada pembaca bahwa damai membuat kehidupan menjadi lebih indah.
  • Mengajak pembaca untuk selalu menjaga perdamaian.
  1. Pengertian Tesis

Tesis adalah pernyataan atau teori yg didukung oleh argumen yg dikemukakan dl karangan; untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pd perguruan tinggi. Tesis juga dapat berarti sebuah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa.Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan.

Karakteristik Tesis :
Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan.
  • Merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoritik tertentu.
  • Menggunakan data primer sebagai data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder.
  • Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.

Tujuan pembuatan makalah ini biasanya dikerjakan sebagai tugas akhir sekolah atau perkuliahan. Biasanya makalah yang dibuat akan dipresentasikan dan dijelaskan lebih lanjut di depan kelas.


Sumber :
anggakurniawan135.blogspot.co.id/2014/12/makalah-b.html?m=1
www.bimbingan.org/tujuan-pembuatan-makalah.htm
andriassuryaditiaputra.blogspot.co.id/2015/05/softskill-bahasa-indonesia-2-karangan.html?m=1
b-unsurmakalah.blogspot.co.id/2012/01/unsur-pada-makalah.html?m=1


Senin, 09 November 2015

TUGAS 4 : KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH

KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH

Nama   : Dellina Rizki Azhari
NPM   : 22213152
Kelas   : 3EB26

Pengertian Laporan

Laporan ilmiah merupakan laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti dengan mengguanakan gaya bahasa yang digunakan disesuaikan dengan jenis sasaran peneliti yaitu sesame kolega ilmuan,kepada para pembuat keputusan, ataupun kepada masyarakat umum,serta berfungsi sebagai alat komunikasi antara peneliti dengan pembaca. Laporan suatu kegiatan penelitian memuat berbagai aspek yang dapat member gambaran kepada orang lain tentang seluruh kegiatan, langkah, metode, tekhnik maupun hasil dari penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2005).

Menurut Nazir, 2005, penulisan laporan penelitian harus disesuaikan dengan konsumen hasil penelitian tersebut. Seorang peneliti perlu mempertimbangkan tiga hal dalam menulis laporan, yaitu :
1.      Sampai dimana tingkat pengetahuan dari pembaca?
2.      Apakah yang perlu diketahui oleh pembaca tersebut?
3.      Bagaimana cara menyampaikan hasil penelitian, sehingga keterangan yang diberikan dapat dicerna dengan mudah oleh pembaca?
Cara penulisan hasil penelitian harus disesuaikan sedemikian rupa, sehinga komunikasi yang ingin disampaikan dapat mengenai sasarannya secara tepat

Menurut Nazir, 2005, Laporan ilmiah harus berisi hal- hal berikut:
·         Pernyataan tentang masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian tersebut
·         Prosedur penelitian, yang mencakup desain penelitian, metode ekperimental yang dipilih, semple yang ditarik, teknik pengumpulan data, serta metode- metode statistik yang digunakan, baik dalam kegiatan pengumpulan data ataupun dalam analisis.
·         Hasil penelitian dan penemuan- penemuan
·         Implikasi yang dapat  ditarik  dari penelitian tersebut

Dasar Membuat Laporan Ilmiah

Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :
1.      Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
2.      Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3.      Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4.      Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5.      Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.

Sistematika Laporan Ilmiah

Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap. Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas:
·         Bagian awal
·         Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun.
·         Halaman pengesahan (jika perlu)
·         Halaman motto/semboyan (jika perlu)
·         Halaman persembahan (jika perlu)
·         Prakata
·         Daftar isi
·         Daftar tabel (jika ada)
·         Daftar grafik (jika ada)
·         Daftar gambar (jika ada)
·         Abstrak: Uraian singkat tentang isi laporan

·         Bagian Isi
a.       Bab I pendahuluan berisi tentang :
·         Latar Belakang
·         Identifikasi Masalah
·         Pembatasan Masalah
·         Rumusan Masalah
·         Tujuan dan manfaat
b.      Bab II : Kajian Pustaka
c.       Bab III : Metode 
d.      Bab IV : Pembahasan
e.       Bab V : Penutup

·         Bagian Akhir
·         Daftar Pustaka
·         Daftar Lampiran
·         Indeks : daftar istilah

Beberapa Bentuk Yang Sering Digunakan

1.      Penggunaan huruf besar
Setiap memulai kalimat, huruf pertama harus dimulai dengan huruf besar. Selain itu gunakan huruf besar dalam hal-hal berikut :
·         Huruf pertamadalam ungkapan yang berhubungan denhgan keagamaan, kitab suci, nama Tuhan, dan kata ganti.
·         Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti oleh nama org.
·         Huruf pertama nama jabatan, pangkat yang diikuti nama org.
·         Huruf pertama nama org, bangsa, suku, bahasa, tahun, bulan, hari, hari besar, nama khas geografi, badan resmi, lembaga pemerintahan, dokumen resmi.
·         Huruf pertama kata dari nama buku, majalah, surat kabar danjudul keterangan, kecuali kata partikel, seperti di, ke, dari, yang, yang tidak terletak pada posisi awal.
·         Huruf pertama nama sapaandan ringkasan nama gelar kecuali gelar dokter.
·         Huruf pertama bahan produksi pabrik
·         Huruf pertama dari judul buku, judul dari bab, artikel yang digunakan dalam teks.
·         Huruf pertama dari nama genera, famili, ordo, kelas, subdivisi, dan divisi, baik untuk nama ilmiah tanaman atau hewan.

2.      Penggunaan huruf miring atau italics
Kalimat, huruf, kata-kata, simbol dan sebagainya yang ingin dicetak dengan huruf miring harus harus digaris bawahnya. Pencetakan miring dan huruf, kalimat, kata-kata dan sebagainya dinamakan tulisan dalam italics. Beberapa kata-kata atau huruf sering dinyatakan dalam italics yaitu: Simbol-simbol aljabar seperti: Ax+By+C=10, Genera dan spesies : oryza sativa, equus cabalis, homo sapiens, dan sebagainya. Nama buku, periodikal, pamflet, jika buku, priodikal dan panflet tersebut muncul dalam teks. Untuk judul artikel atau judul bab jangan ditulis dalam italics. Kata-kata asing seperti : ceteris paribus, insitu, et al, viz, in mediares dan lain sebagainya.
3.      Penulisan nama tanaman dan binatang
Dalam tulisan ilmiah, nama tanaman dan binatang dapat ditulis dalam dua nama yaitu nama ilmiah dan nama biasa. Nama ilmiah dari tanaman dan binatang terdiri dari genus, spesies, dan kependekan dari nama orang yang memberikan nama kepada hewan atau tumbuhan tersebut. Nama ilmiah dicetak dalm huruf miring atau ditulis dalam italic, yaitu jika diketik atau ditulis dengan tangan harus digaris bawahnya.

Langkah-Langkah Membuat Laporan

        Agar dapat menyusun laporan yang baik dan efektif, perlu dipersiapkan denan matang. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah seperti berikut :
·         Menetapkan tujuan laporan
Pembuat laporan harus tahu, untuk apa laporan dibuat dan siapa yang akan membaca laporan tersebut.
·         Menentukan bahan laporan
Bahan-bahan laporan yang digunakan adalah:
a.       Surat-surat keputusan
b.      Notulen hasil rapat
c.       Buku-buku pedoman
d.      Hasil kegiatan
e.       Hasil penelitian 
f.       Hasil diskusi

·         Menentukan cara pengumpulan data
Cara pengumpulan data yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
a.       Membuat petunjuk pelaksanaan bagi peneliti yang menjelaskan sasaran dan penyesuaian kegiatan.
b.      Melakukan Wawancara
c.       Mengumpulkan dokumen pelaksanaan kegiatan
d.      Penyusunan daftar pengecekkan untuk melihat data yang ada dan yang tidak ada.

·         Mengevaluasi Data
Data yang telah dikumpulkan dievaluasi untuk dibuat suatu simpulan.
·         Membuat kerangka laporan
Kerangka laporan dibuat sesuai dengan sistematika laporan

Sumber            :
http://niarizkizahara.blogspot.co.id/2014/06/menulis-laporan-ilmiah.html
http://suwela.wordpress.com/2011/01/13/penulisan-laporan-ilmiah/

http://fitriaramadini.blogspot.com/2013/03/bahasa-indonesia-menulis-laporan-ilmiah.html