2.1 Laju Pertumbuhan Penduduk
a.
Pengertian
Laju pertumbuhan
penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu setiap
tahunnya. Kegunaannya adalah memprediksi jumlah penduduk suatu wilayah di masa
yang akan datang.
b.
Teori
Laju Pertumbuhan Penduduk
·
Teori Malthus (Thomas Robert Malthus)
Orang yang pertama-tama
mengemukakan teori mengenai penduduk adalah Thomas Robert Malthus yang hidup
pada tahun 1776 – 1824. Kemudian timbul bermacam-macam pandangan sebagai
perbaikan teori Malthus. Dalam edisi pertamanya Essay on
Population tahun 1798 Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu :
§ Bahan
makanan adalah penting untuk kehidupan manusia
§ Nafsu
manusia tak dapat ditahan.
Malthus juga mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk
jauh lebih cepat dari bahan makanan. Akibatnya pada suatu saat akan terjadi
perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup.
Dalil yang dikemukakan Malthus yaitu bahwa jumlah
penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur), sedangkan
kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik (deret hitung).
Menurut pendapat Malthus ada faktor-faktor pencegah
yang dapat mengurangi kegoncangan dan kepincangan terhadap perbandingan antara
penduduk dan manusia yaitu dengan jalan :
1. Preventive
checks
Yaitu faktor-faktor yang dapat menghambat jumlah
kelahiran yang lazimnya dinamakan moral restraint. Termasuk didalamnya antara
lain :
Ø Penundaan
masa perkawinan
Ø Mengendalikan
hawa nafsu
Ø Pantangan
kawin
2. Positive
checks
Yaitu faktor-faktor yang menyebabkan bertambahnya kematian,
termasuk di dalamnya antara lain :
Ø Bencana
Alam
Ø Wabah
penyakit
Ø Kejahatan
Ø Peperangan
Positive checks biasanya dapat menurunkan
kelahiran pada negara-negara yang belum maju.
·
Aliran Marxist (Karl Marx dan Fried
Engels)
Aliran ini tidak
sependapat dengan Malthus (bila tidak dibatasi penduduk akan kekurangan
makanan). Karl Marx dan Friedrich Engels (1834) adalah generasi sesudah Maltus.
Paham Marxist umumnya tidak setuju dengan pandangan Maltus, karena menurutnya
paham Maltus bertentangan dengan nurani manusia.
Dasar Pegangan Marxist
adalah beranjak dari pengalaman bahwa manusia sepanjang sejarah akan dapat
menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Beda pandangan Marxist dan Maltus
adalah pada “Natural Resource” tidak bisa dikembangkan atau mengimbangi
kecepatan pertumbuhan penduduk.
Menurut Marxist tekanan
penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan,
tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja (misalnya di negara kapitalis).
Marxist juga berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi
produk yang dihasilkan, jadi dengan demikian tidak perlu diadakan pembatasan
penduduk.
Pendapat Aliran Marxist :
o Populasi manusia tidak
menekan makanan, tapi mempengaruhi kesempatan kerja.
o Kemeralatan bukan terjadi
karena cepatnya pertumbuhan penduduk, tapi karena kaum kapitalis mengambil
sebagian hak para buruh
o Semakin tinggi tingkat
populasi manusia, semakin tinggi produktifitasnya, jika teknologi tidak
menggantikan tenaga manusia sehingga tidak perlu menekan jumlah kelahirannya,
ini berarti ia menolak teori Malthus tentang moral restraint untuk menekan
angka kelahiran.
·
Aliran Neo-Malthusian (Garreth Hardin
& Paul Ehrlich)
Pada abad 20 teori
Malthus mulai diperdebatkan kembali. kelompok ini menyokong aliran Malthus,
akan tetapi lebih radikal lagi dan aliran ini sangat menganjurkan untuk
mengurangi jumlah penduduk dengan menggunakan cara-cara “Preventif Check” yaitu
menggunakan alat kontrasepsi.
Tahun 1960an dan 1970an
foto-foto telah diambil dari ruang angkasa dengan menunjukkan bumi terlihat
seperti sebuah kapal yang berlaya dengan persediaan bahan bakar dan bahan
makanan yang terbatas. Pada suatu saat kapal ini akan kehabisan bahan bakar dan
bahan makanan tersebut sehingga akhirnya malapetaka menimpa kapal tersebut.
Tahun 1871 Ehrlich menulis buku “The Population
Bomb” dan kemudian direvisi menjadi “The Population Explotion” yg berisi:
o Sudah terlalu banyak
manusia di bumi ini.
o Keadaan bahan makanan
sangat terbatas.
o Lingkungan rusak sebab
populasi manusia meningkat.
Analisis ini dilengkapi
oleh Meadow (1972), melalui buku “The Limit to Growth” ia menarik hubungan
antara variabel lingkungan (penduduk, produksi pertanian, produksi industri,
sumber daya alam) dan polusi. Tapi walaupun begitu, melapetaka tidak dapat
dihindari, hanya manusia cuma menunggunya, dan membatasi pertumbuhannya sambil
mengelola alam dengan baik.
·
Teori Kependudukan Kontemporer
John Stuart Mill,
seorang ahli filsafat dan ahli ekonomi berkebangsaan Inggris dapat menerima
pendapat Malthus mengenai laju pertumbuhan penduduk melampaui laju pertumbuhan
bahan makanan sebagai suatu aksioma. Namun demikian dia berpendapat bahwa pada
situasi tertentu manusia dapat mempengaruhi perilaku demografinya. Selanjutnya
ia mengatakan apabila produktivitas seorang tinggi ia cenderung ingin memiliki
keluarga kecil. Dalam situasi seperti ini fertilitas akan rendah. Jadi taraf
hidup (standard of living) merupakan determinan fertilitas. Tidaklah benar
bahwa kemiskinan tidak dapat dihindarkan (seperti dikatakn Malthus) atau
kemiskinan itu disebabkan karena sistem kapitalis (seperti pendapat Marx)
dengan mengatakan “The niggardline of nature, not the injustice of society is
the cause of the penalty attached to everpopulation (Week, 1992).
Kalau suatu waktu di
suatu wilayah terjadi kekurangan bahan makanan, maka keadaan ini hanyalah
bersifat sementara saja. Pemecahannya ada dua kemungkinan yaitu : mengimpor
bahan makanan, atau memindahkan sebagian penduduk wilayah tersebut ke wilayah
lain.
Memperhatikan bahwa
tinggi rendahnya tingkat kelahirann ditentukan oleh manusia itu sendiri, maka
Mill menyarankan untuk meningkatkan tingkat golongan yang tidak mampu. Dengan
meningkatnya pendidikan penduduk maka secara rasional maka mereka
mempertimbangkan perlu tidaknya menambah jumlah anak sesuai dengan karier dan
usaha yang ada. Di sampan itu Mill berpendapat bahwa umumnya perempuan tidak
menghendaki anak yang banya, dan apabila kehendak mereka diperhatikan maka
tingkat kelahiran akan rendah.
c.
Rumus
Laju Pertumbuhan Penduduk
atau
Keterangan:
Pt = Jumlah penduduk pada tahun t
Po = Jumlah penduduk pada tahun dasar
t = jangka waktu
r = laju pertumbuhan penduduk
e = bilangan eksponensial yang besarnya
2,718281828
Jika
nilai r > 0, artinya terjadi pertumbuhan penduduk yang positif
atau terjadi penambahan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya.
Jika r < 0, artinya pertumbuhan penduduk negatif atau terjadi
pengurangan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. Jika r = 0,
artinya tidak terjadi perubahan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya.
Nama :
dellina rizki azhari
NPM :
22213152
Kelas : 1EB23
Tugas softskill perekonomian indonesia
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar