BAB III
BERPIKIR INDUKTIF
Nama : Dellina Rizki Azhari
NPM : 22213152
Kelas : 3EB26
1.
Konsep berpikir
induktif
Metode
berpikir induktif dimana cara berpikir dilakukan dengan cara menarik suatu
kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual.
Untuk itu, penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan
pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang yang kusus dan terbatas dalam
menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat
umum. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan
pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam
menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
Penarikan
kesimpulan secara induktif menghadapkan kita kepada sebuah permasalahan mengenai
benyaknya kasus yang harus kita amati sampai kepada suatu kesimpulan yang
bersifat umum. Misalnya, jika kita ingin mengetahui berapa penghasilan
rata-rata perbulan petani kelapa sawit di Kabupaten paser, lantas bagaimana
caranya kita mengumpulkan data sampai pada kesimpulan tersebut. Hal yang paling
logis adalah melakukan wawancara terhadap seluruh petani kelapa sawit yang ada
di Kabupaten Paser. Pengumpulan data seperti ini tak dapat diragukan lagi akan
memberikan kesimpulan mengenai penghasilan rata-rata perbulan petani kelapa
sawit tersebut di Kabupaten Paser, tetapi kegiatan ini tentu saja akan
menghadapkan kita kepada kendala tenaga, biaya, dan waktu.
2.
Konsep bernalar
dalam karangan
Penalaran
induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat.
Generalisasi adalah proses berpikir berdasarkan hasil pengamatan atas sejumlah
gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari
gejala serupa itu.
- Konsep
Generalisasi
Generalisasi
adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum
berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus
cukup dan dapat mewakili.
Contoh :
Generalisasi juga di
sebut induksi tidak sempurna ( lengkap ). Guna menghindari generalisasi yang
terburu – buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus
di dasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi semacam
ini jarang di capai. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih prakis guna
membuat generalisasi yang sah.
Tiga cara pengujian
untuk menentukan generalisasi:
- Menambah
jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya
generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah
generalisasi ( mencapai probabilitas ).
- Hendaknya
melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili
kelompok yang di periksa.
- Apabila
ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam
membuat dan melancarkan generalisasi?
- Hipotesis
dan teori
Hipotesis
ini merupakan suatu jenis proposisi yang dirumuskan sebagai jawaban tentatif
atas suatu masalah dan kemudian diuji secara empiris. Sebagai suatu jenis
proposisi, umumnya hipotesis menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel
yang di dalamnya pernyataan-pernyataan hubungan tersebut telah diformulasikan
dalam kerangka teoritis. Hipotesis ini, diturunkan, atau bersumber dari teori
dan tinjauan literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.
Pernyataan
hubungan antara variabel, sebagaimana dirumuskan dalam hipotesis, merupakan
hanya merupakan dugaan sementara atas suatu masalah yang didasarkan pada
hubungan yang telah dijelaskan dalam kerangka teori yang digunakan untuk
menjelaskan masalah penelitian. Sebab, teori yang tepat akan
menghasilkan hipotesis yang tepat untuk digunakan sebagai jawaban sementara
atas masalah yang diteliti atau dipelajari dalam penelitian. Dalam penelitian
kualitatif peneliti menguji suatu teori. Untuk meguji teori tersebut, peneliti
menguji hipotesis yang diturunkan dari teori.
Agar
teori yang digunakan sebagai dasar penyusunan hipotesis dapat diamati dan
diukur dalam kenyataan sebenarnya, teori tersebut harus dijabarkan ke dalam
bentuk yang nyata yang dapat diamati dan diukur. Hipotesis menghubungkan teori
dengan realitas sehingga melalui hipotesis dimungkinkan dilakukan pengujian
atas teori dan bahkan membantu pelaksanaan pengumpulan data yang diperlukan
untuk menjawab permasalahan penelitian. Oleh sebab itu, hipotesis sering disebut
sebagai pernyataan tentang teori dalam bentuk yang dapat diuji (statement of
theory in testable form), atau kadang-kadanag hipotesis didefinisikan sebagai
pernyataan tentatif tentang realitas (tentative statements about reality).
Oleh
karena teori berhubungan dengan hipotesis, merumuskan hipotesis akan sulit jika
tidak memiliki kerangka teori yang menjelaskan fenomena yang diteliti, tidak
mengembangkan proposisi yang tegas tentang masalah penelitian, atau tidak
memiliki kemampuan untuk menggunakan teori yang ada. Kemudian, karena dasar
penyusunan hipotesis yang reliabel dan dapat diuji adalah teori, tingkat
ketepatan hipotesis dalam menduga, menjelaskan, memprediksi suatu fenomena atau
peristiwa atau hubungan antara fenomena yang ditentukan oleh tingkat ketepatan
atau kebenaran teori yang digunakan dan yang disusun dalam kerangka teoritis.
Jadi, sumber hipotesis adalah teori sebagaimana disusun dalam kerangka
teoritis.
- Analogi
Analogi
merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah
gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan
ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat
sebab, dan akibat-akibat.
Contoh :Sartono sembuh
dari pusing kepalanya karena minum obat ini.
Pengetahuan secara
analogis adalah suau metode yang menjelaskan barang – barang yang tidak biasa
dengan istilah – istilah yang di kenal ide – ide baru bisa di kenal atau dapat
di terima apabila di hubungkan dengan hal – hal yang sudah kita ketahui atau
kita percayai.
Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan.
Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan.
- Hubungan
Kasual
Hubungan
sebab akibat / hubungan kausal ialah hubungan keterkaitan atau ketergantungan
dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permsalahan. Suatu kegiatan
tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu
kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.
Contoh :
Kuberikan sedikit uang
disakuku untuk membeli obat, ia menatap wajahku.. Menitikkan air mata lagi.. Ia
menangis karena senang mendapatkan uang untuk membeli obat dan makanan untuk
adik dan ibunya dirumah. Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan anak itu
bersama ibunya di pasar. Mereka menghampiriku,, memberiku sedikit makanan kecil
sebagai ungkapan terima kasih padaku karena telah membantu anak itu beberapa
hari yang lalu.
- Induksi
Dalam Metode Eksposisi
Adalah
salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya
ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya
penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Proses penalaran terbagi atas dua
kelas besar yaitu induksi dan deduksi. Masing-masing corak dapat dibagi lagi
menjadi sejumlah corak penalaran yang tercakup dalam kedua corak utama itu.
Dalam uraian mengenai eksposisi telah dikemukakan pula dalam sejumlah metode.
Untuk mengembangkan suatu karangan yang bersifat ekspositoris. Pada hakikatnya,
semua metode ini juga merupakan proses penalaran yang dapat dimasukkan dalam
salah satu corak penalaran utama.
Langkah menyusun
eksposisi, yaitu :
- Menentukan
topik/tema
- Menetapkan
tujuan
- Mengumpulkan
data dari berbagai sumber
- Menyusun
kerangka karangan sesuai topik yang dipilih
- Mengembangkan
kerangka menjadi eksposisi
Contoh :
- Biar
bagaimanapun juga otak selalu saja mengalahkan otot.
- Menurut
teori Darwin manusia berasal dari kera yang berevolusi.
- Matahari
adalah poros dari perputaran planet-planet yang mengelilinginya termasuk
bumi.
- Manusia
adalah mahkluk yang paling istimewa dibandingkan dengan mahkluk-mahkluk
lainnya dibumi.
- Agar
bisa mencapai persentase lulus, maka hal itu bisa diraih dengan giat
belajar.
Sumber :
http://yesa0409.blogspot.co.id/2013/03/hubungan-kasual.html
http://zakisyahputra.blogspot.co.id/2013/05/berpikir-induktif-dan-penalarannya.html
http://yesa0409.blogspot.co.id/2013/03/hipotesis-dan-teori.html
http://penalaran-dalam-karangan.blogspot.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar