BAB IV
KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH
Nama : Dellina Rizki Azhari
NPM : 22213152
Kelas : 3EB26
Pengertian Karangan
Karangan
merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan
dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Atau
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan
pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh.
Macam - Macam Karangan
Ada berbagai macam
karangan ilmiah, berikut diantaranya :
- Laporan
penelitian. Laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan
penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi
arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.
- Skripsi,
Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).
- Tesis, Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar
akademik strata dua (S2), yaitu Master.
- Disertasi,
Tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu
Doktor.
- Surat
pembaca, Surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan
ilmiah.
- Laporan
kasus, Tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.
Sifat Karangan Ilmiah
- Lugas
dan tidak emosional, mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran
sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
- Logis,
disusun berdasarkan urutan yang konsisten.
- Efektif,
satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
- Efisien,
hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
Bentuk Karangan
- Narasi,
karangan atau cerita yang menyajikan rangkaian peristiwa secara berurutan.
Peristiwa boleh benar-benar terjadi, tetapi boleh juga hanya imajinasi /
fiksi.
- Deskripsi,
karangan yang melukiskan suatu tempat, situasi, orang, atau barang / benda
sehingga pembaca dapat merasakan arti atau maksud dari karangan atau tulisan
tersebut.
- Eksposisi,
karangan yang berusaha menjelaskan pokok pikiran yang dapat memperluas
pengetahuan pembacanya dengan disertai contoh, gambar, grafik, ilustrasi,
dll. Umumnya berbentuk prosa.
Langkah-langkahnya
adalah:
a.
Menentukan tema
b.
Menentukan tujuannya
c.
Memilih materi
d.
Memilah materi
yang ingin diambil
e.
Membuat kerangka
karangan
f.
Mengembangkan
kerangka karangan.
- Argumentasi, karangan yang berusaha memberikan alasan dengan bukti yang kuat. Argumentasi ada yang panjang, yang pendek, bahkan dapat terdiri atas beberapa kalimat atau hanya satu kalimat saja.
- Persuasi,
karangan yang berisi ajakan kepada pembaca dengan menyampaikan alasan,
contoh dan bukti meyakinkan sehingga pembaca membenarkan dan bersedia
menerima ajakan tersebut. Pada umumnya karangan ini berbentuk prosa.
Karangan Ilmiah
Definisi
karangan ilmiah menurut Brotowidjoyo, Karya Ilmiah adalah karangan ilmu
pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodelogi penulisan yang
baik dan benar. Sementara menurut Eko Susilo, M., Karangan ilmiah adalah suatu
karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan
didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu,
disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun
bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau keilmuannya.
Ciri-Ciri Karangan Ilmiah
Apa pun jenis
karya ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan atau akademisi – sebagaimana telah
diuraikan pada bagian sebelumnya – harus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- Objektif
Keobjektifan
ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan
yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap pernyataan atau simpulan yang
disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan
demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahanya.
- Netral
Kenetralan
ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari
kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh
karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat ‘mengajak’, ‘membujuk’, atau
‘mempengaruhi’ pembaca dihindarkan.
- Sistematis
Uraian
yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola
pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan
sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah
alur uraiannya.
- Logis
Kelogisan
ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau
deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola
induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis
digunakan pola deduktif.
·
Menyajikan
Fakta
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual,
yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang
emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti
orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan
marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
Karangan Non Ilmiah
Karya
non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan
dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung
fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa
digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-Ciri Karangan Non-Ilmiah
- Ditulis berdasarkan fakta pribadi
- Fakta yang disimpulkan subyektif
- Gaya bahasa konotatif dan populer
- Tidak memuat hipotesis
- Penyajian dibarengi dengan sejarah
- Bersifat imajinatif
- Situasi didramatisir
- Bersifat
persuasif
- Tanpa dukungan bukti
Sifat Karangan Non Ilmiah
- Emotif, yaitu sedikit informasi,
kemewahan dan cinta menonjol, melebihkan kebenaran, mencari keuntungan,
tidak sistematis.
- Persuasif, yaitu cukup informatif,
penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca,
mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca.
- Diskriktif, yaitu informatif sebagian
imaginatif dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat pribadi.
- Kritik
tanpa dukungan bukti, yaitu
tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadang-kadang mendalam
tanpa bukti.
Karangan Semi Ilmiah ( Populer )
Sebuah
penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan
penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode
ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.
Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang
masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel,
roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
Sifat Karangan Semi Ilmiah
- Ditulis
berdasarkan fakta pribadi
- Fakta
yang disimpulkan subjektif
- Gaya
bahasa formal, sederhana, dan popular
- Tidak
memuat hipotesis
- Penyajian
fakta dibarengi dengan sejarah
- Bersifat
imajinatif
- Situasi
didramatisir, dan
- Bersifat
persuatif
Bentuk Karangan Semi Ilmiah
- Artikel
- Editorial
- Opini
- Tips
- Reportase
- Resensi
buku : Bentuk kombinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif
terhadap sebuah buku.
Sumber :
http://ditaoctalina.blogspot.co.id/2014/11/tugas-bahasa-indonesia-2-karangan.html
http://dessymarantika7.blogspot.co.id/2014/04/ciri-ciri-karangan-ilmiah-semi-ilmiah.html
http://ikhaandani.blogspot.co.id/2014/10/bab-4-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan.html
http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan-ilmiah-populer.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar